Kapan Energi Listrik Pertama Kali Digunakan di Indonesia? Begini Sejarahnya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 01 Sep 2021 09:31 WIB
Sejumlah petugas PLN tengah melakukan reconductoring tower listrik jalur Karet-Angke, Jakarta, Selasa (2/7). Mereka beraksi di ketinggian layaknya spiderman.
Kapan energi listrik pertama kali digunakan di Indonesia? Ini penjelasannya (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Tanggal 27 Oktober tiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Listrik Nasional. Lantas, kapan energi listrik digunakan untuk pertama kalinya di Indonesia?

Penggunaan energi listrik di Indonesia telah dimulai pada akhir abad 19, tepatnya di zaman Belanda, demikian dikutip dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ketika itu, pemanfaatannya masih dilakukan oleh pabrik gula dan teh untuk keperluan mereka sendiri.

Sementara, untuk masyarakat umum baru digunakan sewaktu perusahaan swasta Belanda yakni N V. Nign memperluas usahanya yang semula hanya di sektor gas, menjadi sekaligus penyedia listrik untuk umum.

Sejarah listrik di Indonesia era Belanda dan Jepang

Pada 1927, pemerintah Belanda membentuk s'Lands Waterkracht Bedriven (LWB) yang merupakan perusahaan listrik negara. LWB mengelola PLTA Plengan, Lamajan, Bengkok Dago, Ubrug, Giringan, Tonsea Lama, dan sebagainya.

Tak hanya itu, pada waktu tersebut juga didirikan sejumlah perusahaan listrik di area kotapraja.

Ketika Belanda menyerah pada Jepang, perusahaan listrik dan gas juga diambil alih Jepang. Lalu ketika Jepang juga jatuh di tangan sekutu dan proklamasi dilaksanakan, para pemuda dan buruh listrik serta gas mengambil alih perusahaan-perusahaan itu.

Pada September 1945, perwakilan buruh listrik dan gas menghadap pimpinan KNI Pusat yang waktu itu dipegang oleh M. Kasman Singodimedjo. Mereka menyampaikan hasil perjuangan yang telah dilakukan.

Akhirnya delegasi buruh dan pimpinan KNI Pusat menghadap Presiden Sukarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan listrik dan gas pada pemerintah RI. Kemudian, melalui Penetapan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1945 tanggal 27 Oktober 1945, didirikan Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga.

Sehingga, peringatan Hari Listrik Nasional tiap 27 Oktober ini mengambil momentum nasionalisasi perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang direbut dari Jepang.

Sebagai tambahan informasi, menurut buku Sumber Daya Air dan Pengembangan Wilayah karya Pitojo Tri Juwono dan Aris Subagiyo, pemanfaatan air di Indonesia sebagai sumber listrik tepatnya adalah tahun 1906 dan masih dikembangkan pemerintah Hindia Belanda. Pembangunan PLTA yang pertama kali dilakukan di Bandung, besarannya 800 KW dan memanfaatkan Sungai Cikapundung.

Sementara, bendungan-bendungan besar dibangun pada 1922, dimulai dengan bendungan Cileunca berkapasitas 9,89 juta meter kubik. Delapan tahun kemudian, bendungan Cipanunjang juga dibangun sebagai pembangkit energi listrik.

Simak Video "Laris Manis! Skuter Listrik Ola Terjual Dua Unit per Detik"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia