Bagaimana Sifat Semua Sila dalam Pancasila? Begini Uraiannya

Kristina - detikEdu
Jumat, 13 Agu 2021 09:00 WIB
Hari Anak Nasional 2021 Diperingati Tiap 23 Juli, Ini Sejarah
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pancasila merupakan landasan dari keputusan bangsa Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai kepribadian luhur bangsa. Bagaimana sifat sila yang terkandung dalam Pancasila?

Pancasila merupakan ideologi terbuka yang menjadi pandangan suatu bangsa. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung tiga nilai. Antara lain nilai dasar, yaitu nilai yang tidak berubah sepanjang zaman, nilai instrumen yakni nilai yang bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, dan nilai praksis yaitu nilai yang dilaksanakan secara nyata.

Menurut Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), nilai dasar mencakup hakikat kelima sila Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima hal ini adalah pedoman fundamental yang sifatnya universal, mengandung cita-cita negara, dan tujuan yang baik dan benar.

Sedangkan, nilai instrumental mencakup arahan, kebijakan, strategi, sasaran, dan lembaga yang melaksanakannya. Konsep ini merupakan perkembangan atau penjabaran dari nilai dasar. Berkatnya, penyesuaian pelaksanaan dari sesuatu yang dasar akan lebih jelas untuk bisa menyelesaikan masalah yang terjadi.


Sementara itu, nilai praksis meliputi realisasi dari instrumental yang sifatnya nyata dan dapat digunakan untuk kehidupan bernegara. Dengan nilai terakhir ini, Pancasila bisa melakukan pengembangan serta perubahan agar penerapannya sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang berubah.

Dikutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan oleh Saidurrahman dan Arifinsyah, selain menjadi ideologi bangsa, Pancasila juga merupakan sistem filsafat negara. Susunan sistem tersebut menjadikan adanya keterikatan dari setiap sila.

Semua sila dalam pancasila bersifat organis atau saling terkait. Setiap unsur yang terkandung dalam pancasila memiliki fungsi masing-masing, namun masih terkait satu sama lain. Pancasila merupakan satu kesatuan yang majemuk tunggal. Hal ini yang menjadikan sila satu dengan yang lainnya saling terkait dan tidak mungkin bertentangan.

Susunan Pancasila yang saling berkaitan tersebut juga bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Masing-masing sila saling berurutan dari segi kuantitas dan kualitasnya serta saling mengikat. Hubungan antar sila yang dijadikan landasan negara Indonesia ini dapat dikatakan saling mengisi antara satu dan lainnya.

Hal itulah yang menjadikan rumusan Pancasila merupakan satu kesatuan yang berhubungan. Setiap sila mengandung keempat sila lainnya. Sebagai contoh, sila Ketuhanan Yang Maha Esa meliputi sila berkemanusiaan adil dan beradab, berpersatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nah, bagaimana detikers, sudah paham sifat sila dalam Pancasila?



Simak Video "Heboh Video Pria Doktrin Anggota Ormas PP untuk Membunuh"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia