Intip Suasana Proklamasi Kemerdekaan 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 10 Agu 2021 10:05 WIB
Bumper DetikX-Proklamasi
Suasana proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56. Foto: Ipphos
Jakarta -

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Seperti apa suasana proklamasi kemerdekaan di awal kemerdekaan Indonesia tersebut?

Pada 17 Agustus 1945 kira-kira pukul 05.00 WIB, para tokoh golongan muda dan golongan tua keluar dari rumah Laksamana Maeda. Mereka pulang setelah menyelesaikan rumusan naskah Proklamasi yang ditandatangani Soekarno dan Moh. Hatta, seperti dikutip dari buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation.

Mereka sepakat memproklamasikan kemerdekaan pada pukul 10.30 WIB. Bung Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita supaya memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya. Soekarni, tokoh muda, mengemban amanat untuk menyebarkan berita tentang kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia awalnya akan dibacakan di lapangan Ikada (kini lapangan Monumen Nasional atau Monas). Tetapi, kegiatan kemudian dipindahkan ke kediaman Soekarno Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 (sekarang Jalan Proklamasi).

Perpindahan lokasi proklamasi dilakukan karena khawatir terjadi pertumpahan darah saat proklamasi dilaksanakan, seperti dikutip dari Buku Siswa Sejarah SMA/MA Kelas 10 oleh Windriati, S.Pd.

Meskipun Jepang sudah kalah oleh Sekutu, Balatentara Dai Nippon (Jepang) masih berada di Jakarta. Karena itu, sebanyak 500 orang hadir dari berbagai kalangan dengan membawa apapun sebagai senjata.

Sementara itu, para pemuda militan yang sebelumnya berkumpul di Jalan Prapatan berjaga-jaga adanya gangguan dari Jepang. Mereka juga siap membacakan teks proklamasi di asrama Jalan Prapatan 10 jika upacara bendera di Jalan Pegangsaan Timur 56 dilarang Jepang.

Suasana di Jakarta masih kondusif saat proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Tetapi karena lokasi proklamasi diubah, sekitar 100 anggota Barisan Pelopor terlambat datang karena harus berjalan kembali dari Lapangan Ikada ke kediaman Soekarno. Lapangan Ikada saat itu ramai oleh masyarakat.

Para 100 anggota Barisan Pelopor yang datang terlambat menuntut pembacaan ulang proklamasi. Namun tuntutan ini ditolak dan hanya diberikan amanat singkat oleh Moh. Hatta.

Para tokoh bangsa berdatangan ke kediaman Ir. Soekarno menjelang pukul 10.30. Adapun susunan acara yang telah disusun terdiri atas pembacaan proklamasi, pengibaran bendera Merah Putih, dan sambutan oleh Wali Kota Soewirjo dan dr. Muwardi.

Sebelum acara dimulai, Drs. Moh. Hatta datang mengenakan pakaian putih-putih. Setelah semua siap, upacara dimulai. Latief Hendraningrat mempersilakan Soekarno dan Moh. Hatta maju ke depan.

Soekarno dengan suara lantang memberikan sambutan singkat lalu mengumandangkan pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"...Telah beratus-ratus tahun.. usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti.. Sekarang tiba saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan tanah air kita dalam tangan sendiri.. Kami tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan para pemuka rakyat dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan sekarang juga. Dengarkanlah Proklamasi kami.



Simak Video "Ragam Upacara HUT ke-76 RI: Dilakukan di Goa Hingga Pakai APD"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia