Sejarah Pesawat Kepresidenan RI yang Berganti Warna Jadi Merah-Putih

faz - detikEdu
Jumat, 06 Agu 2021 09:00 WIB
pesawat kepresidenan
Foto: Dok. @alvinlie21
Jakarta -

Pemerintah baru saja melakukan pengecatan ulang pesawat kepresidenan Republik Indonesia. Pengecatan tersebut diakui istana sudah direncanakan sejak tahun 2019 kemarin.


"Benar, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 telah dilakukan pengecatan ulang. Pengecatan Pesawat BBJ 2 sudah direncanakan sejak tahun 2019, terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020. Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ," kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.


Menurut Heru, perawatan rutin Pesawat BBJ 2 sudah jatuh pada tahun 2021. Sehingga sesuai rekomendasi pabrik, tahun ini harus dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan. Pemilihan warna bernuansa Merah Putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya yakni untuk menyambut HUT RI.

Sejarah Singkat Pesawat Kepresidenan RI


Terkait pemilihan warna, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) era Presiden SBY, Sudi Silalahi pernah mengatakan bahwa warna tersebut bukan ditentukan oleh Presiden SBY namun ada pertimbangan khusus dari desainer.

Pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo dan rombongan mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5). Pesawat tersebut merupakan pesawat pertama yang mendarat di BIJB Kertajati dalam rangka kunjungan kerja Presiden di Jawa Barat selama dua hari. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/18.Pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo dan rombongan saat mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/18. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sementara jauh sebelum itu, rencana pengadaan pesawat khusus kepresidenan sendiri telah digagas sejak era Presiden Gus Dur.


Pada tanggal 3 November 2009 Dewan Mata-mata negara asing Rakyat menyetujui perhitungan sebesar IDR 200 miliar sebagai uang muka sebagai pengadaan pesawat jenis VVIP Boeing 737-500 yang dipilih pertama kali.


Akhirnya, sekretariat negara penghabisan memasukan perhitungan pengadaan tersebut dalam APBN 2010-2011.


Kemudian pada tanggal 20 Januari 2012, pemerintah melaksanakan serah terima pesawat kepresidenan dalam wujud green aircraft atau tubuh pesawat tanpa desain interior dari Boeing Business Jet 2 sebagai penghabisan diterapkan modifikasi interior dan sistem keamanan. Harga tubuh pesawat tanpa desain interior ditaksir sekitar USD 58 juta.


Spesifikasi Pesawat Kepresidenan RI


Adapun spesifikasi pesawat dengan harga USD 91,2 juta atau sekitar IDR 820 miliar ini adalah sebagai berikut.


Nama Pesawat: Boeing Business Jet 2/BBJ 2.


Mesin: 2 Mesin CFM56-7

Sejarah pesawat: pembuatan dilakukan sejak tahun 2013 (Date Manufacture)


Kemampuan Terbang

- Ketinggian maksimum: 41.000 Feet.

- Endurance (Daya Jelajah): 10 Jam.

- Kecepatan jelajah maksimum: 0,785 Mach.

- Kecepatan maksimum: 0,85 Mach

- Jangkauan jelajah maksimum: 4.620 Nm / 8.556 Km


Ukuran pesawat

- Rentang sayap: 35,79 Meter

- Panjang badan: 38 Meter

- Tinggi pesawat: 12,50 Meter


Ukuran lain-lain

- Data muat: 4 VVIP Class Meeting Room,

- 2 VVIP Class (State Room)

- 12 Executive Area

- 44 Staff Area


Setelah mengetahui sejarah Pesawat Kepresidenan RI, kini detikers jadi semakin tahu kan?



Simak Video " Ternyata Ini Alasan 99% Pesawat di Dunia Berwarna Putih"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia