Sejarah ASEAN, Organisasi Regional di Kawasan Asia Tenggara

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 05 Agu 2021 15:30 WIB
KTT ASEAN 2021: Dialog Tidak Akan Cukup Menyelesaikan Konflik di Myanmar
Foto: DW (News)
Jakarta - Indonesia termasuk bagian dari anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Sesuai dengan namanya, ASEAN merupakan sebuah organisasi regional yang menjadi wadah kerja sama antara 10 negara di Asia Tenggara.

Melansir dari laman resmi ASEAN, ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Saat itu, anggota dari ASEAN hanya beranggotakan lima negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Kelima negara tersebut mengadakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan sekaligus menandatangani sebuah Deklarasi ASEAN (The ASEAN Declaration) yang disebut Deklarasi Bangkok. Pertemuan tersebut diwakili oleh masing-masing perwakilan negara, di antaranya:

- Menteri Luar Negeri Indonesia (Adam Malik);

- Wakil Perdana Menteri Malaysia (Tun Abdul Razak);

- Menteri Luar Negeri Filipina (Narciso Ramos);

- Menteri Luar Negeri Singapura (S. Rajaratnam);

- Menteri Luar Negeri Thailand (Thanat Khoman).

Sejarah Terbentuk ASEAN

Bermula dari adanya keinginan kuat dari para pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Menurut laman resmi ASEAN, pada era 1960-an kawasan Asia Tenggara tengah dihadapkan pada situasi rawan konflik. Berupa perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan.

Hal ini dimulai dari situasi perang dingin antara Amerika Serikat dengan Rusia yang membawa dampak stabilitas keamanan pada negara-negara di Asia Tenggara. Apabila dibiarkan terus-menerus akan menghambat pembangunan kawasan negara tersebut.

Kondisi tersebut membuat negara-negara Asia Tenggara merasa memerlukan sebuah wadah atau organisasi yang bisa melindungi negara-negara di Asia Tenggara.

Dalam membuat wadah atau lembaga yang menaungi negara-negara Asia Tenggara ternyata tidaklah mudah. Namun, ASEAN berhasil terbentuk karena dilatarbelakangi oleh persamaan-persamaan antara negara-negara anggotanya.

Melansir dari buku Mengenal ASEAN dan Negara Negaranya karya Tri Prasetyono. Persamaan-persamaan yang dimiliki dari negara-negara ASEAN adalah sebagai berikut.

1. Secara geografis terletak di kawasan Asia Tenggara;

2. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara pernah dijajah bangsa barat;

3. Mempunyai kepentingan mencegah pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet;

4. Memiliki dasar kebudayaan Melayu Austronesia;

5. Mempunyai kepentingan dalam menangani berbagai permasalahan di bidang politik.

Setelah kesepakatan tanggal 8 Agustus 1967, negara Brunei Darussalam mulai masuk menjadi angggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. Kemudian disusul oleh Vietnam pada 28 Juli 1995.

Myanmar dan Laos mulai masuk bersamaan pada 23 Juli 1997. Kemudian anggota terakhir yang masuk dalam ASEAN adalah Kamboja pada 30 April 1999.

Hingga saat ini, negara-negara ASEAN yang masih aktif adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Simak Video "Jokowi Desak Implementasi ASEAN Travel Corridor "
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia