Kisah Mata Uang Filipina, dari Cangkang Kerang hingga Peso

Kristina - detikEdu
Sabtu, 31 Jul 2021 17:05 WIB
ilustrasi uang
Kisah Mata Uang Filipina, dari Cangkang Kerang hingga Peso (Ilustrasi Foto: iStock)
Jakarta -

Mata uang Filipina telah melewati sejarah panjang. Negara ini pernah menggunakan cangkang kerang saat melakukan perdagangan dengan negara-negara tetangga. Seperti apa sejarahnya?

Dilansir dari situs Bank Sentral Filiphina, berikut sejarah mata uang Republik Filipina dari era pra-hispanik hingga saat ini.

1. Era Pra-Hispanik

Jauh sebelum orang Spanyol datang ke Filipina, perdagangan antara orang Filipina dengan para pedagang dari negara tetangga seperti China, Jawa, Kalimantan, dan Thailand menggunakan sistem barter. Pada waktu itu, mereka menggunakan alat tukar berupa cangkang kerang cowrie. Cowrie kemudian menjadi alat tukar selama berabad-abad.

2. Era Spanyol (1521-1897)

Pada jaman kolonial, koin pertama yang digunakan sebagai mata uang Filipina adalah koin perak macuquinas atau tongkol. Koin ini dibawa oleh Galleon dari Meksiko dan koloni Spanyol lainnya. Koin perak ini biasanya memiliki salib di satu sisi dan lambang kerajaan Spanyol di sisi lain.

Dos mundos Spanyol diedarkan secara luas tidak hanya di Filipina tetapi di seluruh dunia pada tahun 1732-1772. Mata uang ini dihargai karena keindahan desainnya. Koin ini menampilkan bola dunia bermahkota kembar yang mewakili kekuasaan Spanyol atas Dunia Lama ke Dunia Baru. Oleh karenanya, disebut juga dengan "dua dunia". Hal ini juga dikenal sebagai dolar Pilar Meksiko atau Columnaris karena dua kolom mengapit dua dunia.

Barilla, koin perunggu atau tembaga mentah kemudian digunakan sebagai alat tukar. Koin ini dikeluarkan akibat kekurangan koin pecahan. Barilla merupakan koin pertama yang dibuat di Filipina senilai satu centavo. Dalam istilah Filipina, koin ini disebut dengan barya yakni uang receh.

Koin dari koloni Spanyol lainnya juga dilegalkan peredarannya di Filipina. Beberapa diantaranya adalah koin emas dengan potret Ratu Isabela dicetak di Manila dan peso perak dengan gambar Alfonso XIII muda, yakni koin terakhir yang dicetak di Spanyol. Uang kertas yang pertama kali diedarkan di Filipina adalah peso fuertes yang dicetak oleh bank Filipina bernama El Banco Espanol Filipino.

3. Periode Revolusi (1898-1899)

Pada tahun 1898 Filipina mengumumkan kemerdekaannya. Di bawah Jenderal Emilio Aguinaldo, Republik Filipina mengeluarkan koin dan mata uang kertasnya sendiri yang didukung oleh sumber daya alam negara itu.

Di gudang senjata Malolos, dua jenis koin tembaga dua centavo diproduksi. Uang kertas satu peso dan lima peso yang dicetak sebagai Republika Filipina Papel Moneda de Un Peso dan Cinco Peso diedarkan secara bebas. Uang ini ditandatangani oleh Pedro Paterno, Mariano Limjap dan Telesforo Chuidian.

Namun, Jenderal Aguinaldo menyerahkan diri kepada kepada Amerika, mata uang Filipina ditarik dari peredaran dan dinyatakan sebagai mata uang ilegal.

Berikutnya mata uang Filipina pada periode Amerika

Klik Halaman Selanjutnya untuk Membaca

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia