Serat Abaka Merupakan Contoh Hasil Perkebunan Negara Apa? Ini Penjelasannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 31 Jul 2021 10:01 WIB
Djunaedi (71) pemilik CV Natural menunjukkan serat pohon pisang (abaca fiber) yang belum dipintal menjadi benang di bengkel anyam miliknya.
Serat abaka merupakan contoh hasil perkebunan dari negara mana saja (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta - Serat abaka dikenal kuat, fleksibel, punya daya apung yang baik, dan tahan terhadap kerusakan di air asin. Saking kuatnya, serat abaka digunakan dalam pembuatan tali kapal sampai kabel pengeboran sumur, lho. Nah, apakah kamu tahu, serat abaka merupakan contoh hasil perkebunan negara mana?

Serat abaka merupakan salah satu hasil perkebunan unggulan dari negara di Asia Tenggara, yaitu Filipina, seperti dikutip dari laman Encyclopaedia Britannica.

Serat abaka berasal dari batang daun tanaman atau petioles tumbuhan abaka (Musa textilis). Tumbuhan abaka adalah tumbuhan dari famili Musaceae.

Meskipun kadang-kadang dikenal sebagai rami Manila, rami Cebu, atau rami Davao, tanaman abaka tidak berkaitan dengan rami. Tanaman abaka malah berkerabat dekat dan bentuknya menyerupai pohon pisang (Musa sapientum).

Bentuk tangkai daun abaka juga tumbuh bertumpuk-tumpuk seperti tangkai-tangkai daun pisang. Tangkai daun abaka bisa mencapai ketinggian 4-8 meter. Serat terkuat berasal dari tangkai daun yang berada di posisi paling luar.

Abaka adalah tanaman endemik Filipina yang menjadi tanaman penting penghasil serat tali pada abad ke-19. Kini, sebanyak 85% kebutuhan serat abaka di dunia disuplai oleh Filipina, seperti dikutip dari The Phillipine Abaca Industry Roadmap 2018-2022.

Pada tahun 1925, Belanda mulai membudidayakan tanaman asli Filipina ini di Sumatra. Sementara itu, di kisaran waktu yang sama, Departemen Pertanian Amerika Serikat memulai penanaman abaka di Amerika Tengah. Karenanya, 12,5% kebutuhan serat abaka di dunia kini disuplai oleh Ekuador dan Costa Rica.

Perkebunan abaka adalah sumber mata pencaharian sekitar 200.000 keluarga petani di 56 provinsi di Filipina. Daerah penghasil abaka utama secara nasional adalah wilayah Bicol dan Mindoro di Luzon, Leyte, Samar, Negros Oriental, Iloilo dan Aklan di Visayas, dan semua provinsi di Mindanao, seperti dikutip dari laman Konsulat Jenderal Filipina di Vancouver, Kanada.

Sebagian besar lahan perkebunan abaka juga ditanami pisang dan kelapa. Sebab, pisang dan kelapa tumbuh dalam kondisi yang hampir sama dengan abaka. Petani cenderung melakukan tumpangsari seperti di atas untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan memberikan alternatif sumber pendapatan.

Ekspor serat abaka dan manufakturnya di Filipina menghasilkan rata-rata US$100 atau sekitar Rp 1,44 triliun per tahun. Sekitar 87% pendapatan ini berasal dari manufaktur abaka seperti pulp, cordage, benang, kain, dan kerajinan serat. Sementara itu, 13% berasal dari ekspor serat mentah.

Serat abaka dihargai karena kekuatannya yang luar biasa, fleksibilitas, daya apung, dan ketahanannya terhadap kerusakan di air asin. Kualitas serat abaka membuatnya sangat cocok digunakan sebagai tali laut.

Serat ini banyak digunakan dalam pembuatan tali kapal, hawser, kabel, tali pancing, tali pengangkat dan transmisi daya, kabel pengeboran sumur, dan jaring ikan. Serat abaka juga digunakan dalam pembuatan karpet, alas meja, dan kertas.

Sementara itu, serat abaka dari tangkai daun bagian dalam dapat digunakan tanpa pemintalan untuk memproduksi kain yang ringan dan kuat. Di Filipina, serat abaka dari tangkai daun bagian dalam digunakan untuk pakaian, topi, dan sepatu.

Tanpa pewarna pakaian, serat abaka berkilau dengan warna putih, coklat, merah, ungu, atau hitam. Warna serat abaka tergantung varietas tanaman.

Posisi tangkai daun menentukan warna dan warna serat abaka yang dihasilkan. Semakin berada di lapisan terluar, maka semakin gelap warna serat.

Di samping berbagai kegunaan dan kekuatannya yang unggul, serat abaka juga membantu memenuhi permintaan bahan baku ramah lingkungan sebagai serat alami. Limbah abaka juga bermanfaat sebagai pupuk.

Tanaman abaka juga baik untuk lingkungan karena membantu meningkatkan daya ikat air tanah. Kemampuan tanaman ini membuatnya dapat mencegah erosi tanah, banjir dan tanah longsor, dan mengatasi masalah sedimentasi di daerah pesisir tempat ikan laut berkembang biak.

Di sisi lain, produksi serat abaka dipengaruhi oleh topan. Sayangnya, wilayah Filipina terletak di sepanjang sabuk topan. Topan Goni di Filipina pada 2020 membuat petani Filipina kesusahan karena topan mengganggu panen abaka hingga beberapa tahun ke depan.

Nah, sudah jelas ya detikers, serat abaka merupakan contoh hasil perkebunan negara mana. Serat tumbuhan apa lagi yang kamu tahu?



Simak Video "Filipina Berencana Larang Pelancong Indonesia Masuk Negaranya"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia