3 Cara Dapatkan Vitamin dan Obat Saat Isoman dari Pakar Epidemiologi Unair

lus - detikEdu
Jumat, 30 Jul 2021 15:55 WIB
Obat COVID-19
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Jakarta -

Isolasi mandiri (isoman) biasa dilakukan oleh masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Meski begitu, saat isoman kita perlu mengonsumsi vitamin serta obat yang aman untuk menjaga kondisi kesehatan.

Salah satu epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Laura Navika Yamani S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan terdapat beberapa cara agar masyarakat mendapat vitamin ataupun obat-obatan selama isoman.

Berikut beberapa cara mendapatkan vitamin dan obat saat isoman:

1. Manfaatkan program Kemenkes


Kementerian Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menyediakan layanan konsultasi dan paket obat gratis untuk masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang menjalani isoman. Hingga saat ini program tersebut sudah ada di beberapa kabupaten atau kota di Pulau Jawa dan Bali.

Dalam menjalankan program itu, Kemenkes menjalin kerja sama dengan 11 platform telemedicine dan apotek Kimia Farma. Adapun 11 platformnya antara lain, Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat dan Getwell.

Kemenkes juga menjalin kerjasama dengan jasa pengiriman SiCepat untuk mengambil paket vitamin dan obat-obatan dari apotek Kimia Farma. Nantinya paket tersebut akan dikirim ke alamat pasien sesuai data yang dimasukkan ke dalam website.

"Jadi masyarakat dapat memanfaatkan program dari Kemenkes dimana hanya perlu mengunjungi link https://isoman.kemkes.go.id dan memberikan data terkait kondisinya, apakah tergolong tanpa gejala atau bergejala ringan," jelas Laura dalam laman Unair pada Kamis (29/07/21).

Laura juga mengungkapkan bantuan obat-obatan dan vitamin terbagi menjadi dua paket yang berbeda. Untuk pasien tanpa gejala akan mendapatkan paket dengan isi berbagai macam vitamin seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E dan Zinc. Sedangkan untuk pasien dengan gejala ringan akan mendapatkan paket vitamin dengan tambahan obat seperti Azitromisin, Oseltamivir dan Parasetamol.

Vitamin yang diberikan berguna untuk mendorong sistem imun dalam tubuh agar mampu melawan virus COVID-19. Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa obat-obatan tersebut bukan obat spesifik untuk COVID-19 atau antivirus SARS-CoV-2, melainkan untuk membantu meredakan gejala yang muncul karena terpapar COVID-19 dimana sifatnya adalah terapi suportif.

2. Melalui puskesmas

Tak hanya program dari Kemenkes, masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19 juga dapat melapor kepada pihak puskesmas. Puskesmas akan meminta bukti pemeriksaan COVID-19 kemudian puskesmas akan melakukan persiapan dan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan.

"Kalau program dari Kemenkes memang memanfaatkan teknologi. Jika terdapat masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan gadget maka bisa menghubungi puskesmas terdekat," kata Laura.

Menurut Laura beberapa rukun tetangga (RT) ataupun rukun warga (RW) juga dapat memberikan pasokan vitamin dan obat-obatan untuk meringankan beban kerja puskesmas. Sehingga pihak RT dan RW juga memberikan support berupa vitamin kepada warganya yang melakukan isoman.

3. Melalui donasi LSM atau paket berbayar


Kini sudah banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memberikan donasi gratis kepada masyarakat yang menjalani isoman.

Selain itu banyak juga rumah sakit atau klinik yang menawarkan layanan telemedicine. Namun, masyarakat perlu mengeluarkan biaya karena layanan tersebut adalah layanan berbayar.

"Untuk saat ini seharusnya pergerakan sudah pada level komunitas bukan level individu. Jika ada yang terlihat bergejala tetapi masih beraktivitas di luar rumah maka masyarakat harus bisa mengedukasi agar orang tersebut mau melakukan pemeriksaan dan isoman," imbau Laura.

Laura juga menyarankan jika ingin pandemi COVID-19 segera berakhir maka salah satu caranya adalah 3T, testing, tracing dan treatment.



Simak Video "Jual Obat Terapi Covid-19 di Atas HET, 4 Orang di Purwakarta Diciduk!"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia