Pakar Nutrisi: Daripada Suplemen, Buah dan Sayur Lebih Baik Antioksidannya

lus - detikEdu
Kamis, 29 Jul 2021 10:30 WIB
Hii! Sering Makan Salad, Wanita Ini BAB Bangkai Cacing
Foto: TikTok/Jquelly
Jakarta - Pakar Nutrisi dari Universiti Putra Malaysia (UPM), Profesor Loh Su Peng menyebutkan, makanan sehat yang mengandung antioksidan memiliki banyak manfaat. Antioksidan merupakan istilah yang sangat umum dalam ilmu pangan. Zat dengan sejuta manfaat dipercaya mampu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Dilansir dalam laman Undip (28/07/2021), Profesor Loh Su Peng mengatakan bahwa dibandingkan dengan suplemen, buah-buahan dan sayuran adalah sumber utama antioksidan yang lebih baik.

"Efek yang didapatkan tetap lebih baik jika mengonsumsi sayur dan buah daripada suplemen," jelas Prof. Loh Su Peng dalam acara Public Health Airlangga University Summer School 2021, seperti dilansir situs resmi Universitas Airlangga, Kamis (29/07/2021).

Asupan vitamin C dan Plasma Konsentrasi Vitamin C dari sayur dan buah berkolerasi terbalik dengan risiko semua penyebab kematian. Seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan demensia.

Rutin mengonsumsi makanan dengan kandungan antioksidan tinggi juga memberikan banyak kelebihan. Mulai dari mengontrol glikemik yang lebih baik, peradangan yang lebih rendah, serta menekan stres oksidatif.

Namun, jika diperhatikan jumlah antioksidan yang kita konsumsi di zaman serba modern saat ini jauh lebih sedikit. Karena telah banyak melalui proses yang panjang.

"Makanan sangat sering dicuci, lalu melewati banyak proses pembersihan lagi dan pemasakan. Bisa dibandingkan jumlah antioksidan yang tersisa sangat jauh jika dibandingkan dengan zaman dulu," ujar Prof Su Peng.

Efek kesehatan antioksidan tergantung pada bioavailabilitas sistemiknya, yaitu konsentrasi senyawa yang masuk ke organ tertentu dan apakah antioksidan tersebut dapat melakukan fungsi yang diharapkan.

Di sisi lain, banyak antioksidan yang kurang efektif dalam menggabungkan Reactive Oxygen Species (ROS) dibandingkan dengan sistem enzim antioksidan dan sitoprotektif.

"Inilah alasan mengapa antioksidan yang didapatkan dari suplemen kadang tidak menunjukkan efek yang kita harapkan," jelasnya.

Prof Su Peng menambahkan, "Memenuhi kebutuhan antioksidan tubuh memberikan manfaat kesehatan yang sangat banyak. Namun konsumsi antioksidan perlu kewaspadaan. Banyak penelitian menunjukkan pro-oksidatif," pungkasnya.



Simak Video "Berapa Normalnya Asupan Vitamin C untuk Konsumsi Harian?"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia