7 Penemu Teknologi dari Indonesia, Ada Pondasi hingga Alat Terapi Kanker

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 26 Jul 2021 19:05 WIB
ilustrasi riset
Foto: thinkstock
Jakarta -

Nama-nama penemu teknologi seperti Alessandro Volta hingga Alexander Graham Bell mungkin tak asing di telinga para pelajar Indonesia. Namun, apakah detikers tahu siapa saja penemu teknologi di Indonesia?

Penemu teknologi dari dalam negeri ini tak kalah hebat karena bisa menemukan teknologi 4G, bahan bakar anti panas dan anti api, alat terapi kanker, dan seterusnya.

Dilansir dari laman resmi Institut Teknologi Batam (ITEBA), berikut ini 7 penemu di Indonesia yang berhasil mengembangkan teknologi.


1. R.M. Sedyatmo (penemu pondasi cakar ayam)

Pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1934 ini menemukan sistem arsitektur infrastruktur yang dikenal dengan pondasi cakar ayam.

Salah satu tempat yang menggunakan pondasi cakar ayam Prof. Ir. R.M. Sedyatmo adalah landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta.


2. Khoirul Anwar (penemu konsep dua FFT)

Khoirul Anwar merupakan seorang ilmuwan Indonesia yang menemukan konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) yang di kemudian hari dipakai dalam teknologi 4G LTE. Konsep tersebut kemudian menjadi standar International Telecommunication Union (ITU) dan dipatenkan pada 2005.

Selain itu lulusan NAIST (Nara Institute of Science and Technology) Jepang ini juga punya sejumlah paten seperti sistem deteksi illegal transmitter yang berpotensi dipakai dalam teknologi 5G.

3. Yogi Ahmad Erlangga (penemu rumus matematika dalam perminyakan)

Yogi Ahmad Erlangga berhasil menyelesaikan persamaan Helmholtz menggunakan matematika numerik secara cepat (robust). Dari temuannya, persamaan Helmholtz yang digunakan dalam pemrosesan data seismik menjadi seratus kali lebih cepat.

Hal ini menjadi angin segar bagi perusahaan minyak karena metode ini terbukti lebih baik dan cepat daripada yang biasa digunakan. Atas hasilnya, Ia menemukan rumus untuk menyelesaikan berbagai masalah perminyakan dan kemampuannya menarik perhatian perusahaan minyak dunia, yaitu Shell.

Yogi Ahmad Erlangga merupakan alumni Teknik Penerbangan ITB 1993 yang pernah dianugerahi penghargaan Achmad Bakrie untuk kategori ilmuwan muda berprestasi.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai doktor matematika termuda saat menempuh pendidikan di Delft University of Technology, Belanda.


4. Randall Hartolaksono (penemu bahan bakar anti-panas dan anti-api)

Randall Hartolaksono merupakan lulusan University of London. Ia telah berhasil menemukan bahan yang banyak digunakan perusahaan otomotif dunia. Randall berhasil menciptakan bahan anti api dan anti panas dari kulit singkong.

Sempat diremehkan idenya oleh banyak orang, Pria yang mengenyam pendidikan formal di SMA Pangudi Luhur ini justru dihargai dan diakui oleh perusahaan otomotif dunia, seperti Petronas, dan Ford.


5. Muhammad Nurhuda (penemu kompor ramah lingkungan)

Muhammad Nurhuda adalah dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya yang sukses menciptakan kompor ramah lingkungan.

Penelitian tentang Pengembangan Kompor Biomassa Hemat Energi dan Ramah Lingkungan pada tahun 2008 sampai 2011 serta Rancang Bangun Pilot Plan Gasifikasi Sampah Menjadi Syngas untuk Alternatif Pembangkit Energi Listrik yang Ramah Lingkungan, menghasilkan limbah di bawah batas minimum yang ditetapkan WHO.

Kompor ramah lingkungan ciptaan alumnus Fakultas MIPA UGM tahun1989 ini telah menarik perhatian negara-negara Asia Pasifik dan Amerika.


6. Tjokorda Raka Sukawati (penemu sistem penyangga jalan layang)

Tjokorda Raka Sukawati adalah insinyur Indonesia yang menemukan konstruksi Sosrobahu atau sistem Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH).

Sistem tersebut memudahkan pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya. Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat untuk membangun jembatan di Seattle.

Tjokorda dulu merupakan lulusan pendidikan teknik sipil di Institut Teknologi Bandung.


7. Warsito P. Taruno (penemu alat terapi kanker)

Warsito P. Taruno adalah peneliti Indonesia yang pernah berkarier di Shizuoka University, Jepang.

Idenya bermula saat sepulang dari Jepang, ia berniat ingin membantu sang kakak yang mengidap kanker payudara stadium IV. Kemudian, ia membuat alat terapi kanker Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT)

Nah, sekarang detikers sudah mengenal beberapa penemu bidang sains dan teknologi di Indonesia. Yuk teruskan inovasi dan jadi generasi yang membanggakan untuk Indonesia!



Simak Video "Antusiasme Ilmuwan Sambut Kesuksesan NASA Koleksi Batuan Pertama Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia