Benarkah Lapar Bikin Orang Gampang Marah? Ini Penjelasan Dosen IPB

Kristina - detikEdu
Minggu, 25 Jul 2021 10:01 WIB
Apakah Mengeluh Lapar dan Membicarakan Makanan Bisa Membatalkan Puasa?
Foto: iStock/Benarkah Lapar Bikin Orang Gampang Marah? Ini Penjelasan Dosen IPB.
Jakarta - Rasa lapar berisiko mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Bahkan kadang orang mudah marah saat lapar yang kerap disebut hangry dalam bahasa Inggris.

Marah merupakan respon emosional kuat yang muncul ketika tubuh merasa dalam bahaya. Pada kondisi tersebut, sumbu hipotalamus-pituitary-adrenal (HPA) aktif dan memicu respons melawan atau lari.

Pada beberapa orang, rasa lapar dianggap sebagai ancaman bagi tubuh. Hal itulah yang kemudian memunculkan kondisi "hangry". Namun, benarkan lapar membuat seseorang mudah marah?

Dosen Departemen Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB), Husnawati, dalam laman Instagram IPB menjelaskan rasa lapar yang berkepanjangan membuat tubuh stres. Kondisi tersebut dapat memicu keluarnya hormon stres atau kortisol.

"Kondisi stres yang dirasakan oleh tubuh menyebabkan penurunan kadar hormon serotonin yang memicu munculnya rasa marah dan kecenderungan ke arah perilaku kekerasan," kata Husnawati.

Husnawati menjelaskan, perilaku emosi karena makanan berkaitan dengan pengalaman masa kecil. Menurut teori psikosomatis, rasa emosional karena lapar merupakan respons terhadap perasaan negatif.

Orang di lingkungan yang berebut makanan untuk bertahan hidup akan sangat mengalami hangry. Selain itu, tingkat kesadaran emosional juga berpengaruh pada kondisi hangry.

"Tingkat kesadaran emosional seseorang juga mempengaruhi munculnya hangry. Orang yang kesadaran emosionalnya lebih berkembang sadar rasa lapar dapat terwujud sebagai emosi negatif. Mereka bisa mengontrolnya dan cenderung tidak menjadi hangry," ujar Husnawati.

Pada umat muslim, ada fase dimana seseorang diajarkan untuk mengelola emosi dari rasa lapar, yaitu saat berpuasa. Orang yang terbiasa berpuasa cenderung akan merespon rasa lapar dengan emosi netral bahkan positif karena lapar bukanlah ancaman atau bahaya bagi mereka.

"Puasa mengajarkan tubuh, rasa lapar yang terjadi pada waktu pendek bukan ancaman. Sehingga, orang-orang yang biasa puasa akan merespon rasa lapar dengan emosi yang netral bahkan positif," kata dosen alumni Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada ini.

Nah, itu dia penjelasannya. Apa detikers suka marah ketika lapar?

Simak Video "Langgar Jam Operasional, Emak Pengelola Kafe Ngamuk saat Disidak Petugas!"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia