Fenomena Aphelion Terjadi Pagi Ini, Bagaimana Penampakan Matahari?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 06 Jul 2021 11:32 WIB
A man watches the sun rise over Niagara Falls in Niagara Falls, Ontario, Canada on Wednesday, Nov. 4, 2020.  (Frank Gunn/The Canadian Press via AP)
Fenomena merupakan peristiwa ketika Bumi berada di titik terjauh dari matahari AP/Frank Gunn Aphelion
Jakarta - Aphelion merupakan fenomena ketika Bumi berada di titik terjauh dari matahari. Pada tahun ini, hal tersebut terjadi tadi pagi, 6 Juli 2021 pukul 05.27 WIB/06.27 WITA/07.27 WIT pada jarak 152.100.527 km.

Seperti dikutip dari situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), peneliti lembaga tersebut Andi Pangerang menyebutkan bahwa fenomena ini bisa terjadi karena orbit Bumi yang tidak berbentuk lingkaran sempurna, namun berbentuk elips dengan kelonjongan kira-kira 1/60.


Hal ini dapat terjadi karena tidak ada panas dari permukaan Bumi diserap dari cahaya matahari dan dilepaskan di malam hari kemudian dipantulkan kembali oleh awan ke permukaan Bumi.Andi mengatakan bahwa secara umum fenomena aphelion ini tidak berdampak signifikan pada Bumi. Dia juga menjelaskan bahwa suhu dingin di pagi hari beberapa waktu belakangan akan berlangsung hingga bulan Agustus. Akan tetapi, hal ini umum terjadi di musim kemarau karena tutupan awan yang sedikit.


Andi menambahkan, "Mengingat posisi matahari saat ini berada di belahan utara, maka tekanan udara di belahan utara lebih rendah dibanding belahan selatan yang mengalami musim dingin."

Saat ini, angin bertiup dari selatan ke utara, tepatnya dari arah Australia yang sedang mengalami musim dingin. Sehingga, pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang ada di selatan khatulistiwa mengalami penurunan suhu.

Walaupun terdapat aphelion, fenomena tersebut juga tidak berakibat pada panas yang diterima Bumi. Ini dikarenakan panas matahari terdistribusi ke seluruh Bumi.

Sementara, distribusi itu secara signifikan dipengaruhi oleh pola angin. "Mengingat saat ini angin bertiup dari arah selatan yang musim dingin, maka kita akan merasakan suhu yang lebih dingin," kata Andi.

Walau secara umum tak berdampak bagi bumi, fenomena alam yang terjadi pagi ini menyebabkan diameter matahari tampak sedikit lebih kecil. Ukurannya sekutar 15,73 menit busur atau berkurang 1,68 persen.

"Selain itu, jarak terdekat bumi dengan matahari (perihelion) terjadi setiap bulan Januari, sementara jarak terjauh bumi dengan matahari (aphelion) terjadi tiap bulan Juli," ungkapnya.

Andi juga mengatakan bahwa aphelion dan perihelion pada satu dekade terakhir hingga satu dekade mendatang terjadi sekitar 13-15 pasca titik balik (solstis) matahari.

Simak Video "Fakta-fakta Fenomena Aphelion: Matahari Terlihat Lebih Kecil Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia