Ini Manfaat Pendidikan Jasmani untuk Anak Menurut Guru Besar UNY

Lusiana Mustinda - detikEdu
Selasa, 22 Jun 2021 19:35 WIB
ilustrasi anak olahraga
Foto: iStock
Jakarta - Kegiatan olahraga tidak hanya fokus pada perkembangan fisik semata tetapi juga menyentuh beberapa aspek yakni psikologis, sosial dan spiritual.

"Adanya mata pelajaran Pendidikan Jasmani diharapkan mampu membangun mental serta fisik anak supaya menjadi tangguh dan siap siaga menghadapi situasi apapun itu, seperti bencana alam yaitu banjir, tsunami, longsor, gempa maupun bencana non alam seperti misalnya Pandemi Covid- 19 yang terjadi saat ini, atau bencana sosial misal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan bullying di sekolah", ujar Prof. Soni Nopembri, M.Pd., Ph.D, saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (FIK UNY) di Auditorium UNY, Sabtu (19/6).

Prof. Soni menjelaskan misalnya saja ketika terjadi bencana alam, anak yang sudah terlatih fisik dan mentalnya tentu tidak akan panik dan mampu mencari jalan keluar setelah kejadian juga tidak akan mengalami trauma.

Pendidikan jasmani tidak hanya melulu pada kegiatan olahraga saja tetapi banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan anak dan sifatnya seperti permainan yang menyenangkan. Tentu hal ini bisa memberikan dampak positif untuk anak.

Berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, lompat tali, petak umpet dan beberapa permainan juga bisa melatih kelincahan anak dan juga memperkuat ototnya.

Selain itu, ada juga permainan yang bersifat psikososial yaitu mengajarkan anak untuk belajar bekerja sama seperti permainan "semut dan katak" dimana salah satu anak menjadi katak dan yang lainnya menjadi semut.

Ketika sang semut terbaring lemah dikalahkan atau hampir dimakan oleh sang katak, maka semut yang lainnya akan berbondong- bondong menyelamatkan temanya yang tidak berdaya. Makna yang terkandung dalam permainan tersebut adalah pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam kehidupan.

"Aktivitas fisik berwujud olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, tenis dan olahraga lainnya juga dapat menciptakan jiwa yang kuat dan semangat kompetitif bagi anak sehingga mau bekerja keras dan berlatih untuk menang," jelas Prof Soni yang dilansir dalam laman UNY.

Dengan rutinnya anak berlatih fisik, maka tubuhnya akan kuat serta sehat, dan akhirnya mampu mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan Tuhan, disinilah salah satunya jiwa spiritualitas terbangun.

Ke depannya, Profesor Soni berharap para Guru Terutama guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani lebih aktif merancang program dan mengimplementasikan keilmuannya untuk pengembangan fisik dan mental anak yang didapat melalui berbagai kegiatan baik itu olahraga atau aktivitas fisik lainya.



Simak Video "Serunya Berkeliling Pantai Naik Jetski, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia