Sosok Tan Malaka dan Kisah Perjuangan Hidupnya sebagai Pahlawan Nasional

Tim Detikcom - detikEdu
Kamis, 03 Jun 2021 17:30 WIB
Ilustrasi Tan Malaka
Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Jakarta - Tan Malaka jadi salah satu sosok yang menghantui pinggiran sejarah kaum kiri di Indonesia. Tan Malaka aktif di Partai Komunis Indonesia (PIK) di masa awal pergerakan dan pernah juga menjabat sebagai wakil Komintern (Organisasi Komunis) di Asia Tenggara.

Dilansir dalam buku "Tan Malaka" oleh Masykur Arif Rahman, Tan Malaka memiliki nama kecil yaitu Ibrahim . Pada usia sekitar 16 tahun melalui upacara adat, Ibrahim mendapatkan gelar "Datuk Tan Malaka". Dari sinilah, ia dikenal sebagai Datuk Tan Malaka.

Gelar Datuk Tan Malaka adalah gelar semibangsawan yang didapatkan dari garis keturunan sang ibu. Kata datuk memiliki arti pemimpin, orang yang dituakan, penghulu, atau kepala adat.

Berikut sosok Tan Malaka yang perlu diketahui:

1. Tan Malaka Lahir di Suliki

Tan Malaka lahir pada tahun 1897. Tempat kelahirannya sekarang dikenal sebagai Nagari Pandan Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Ayahnya bernama H.M. Rasad, seorang pegawai pertanian dan ibunya bernama Rangkayo Sinah, putri orang yang disegani di desanya. Sehingga Tan Malaka termasuk dalam golongan keluarga terpandang, paling tidak di daerah setempat.

2. Pendidikan Tan Malaka

Tan Malaka pada tahun 1913 mengenyam pendidikan Kweekschool Bukit Tinggi dan Rijks Kweekschool, Haarlem Belanda.

3. Tan Malaka dalam Partai Politik

PKI menjadi kendaraan politiknya untuk membebaskan orang-orang pribumi yang ditindas, diperas serta dihina oleh sistem kolonialisme dan kapitalisme Belanda. Ia memilih partai ini untuk dijadikan jalan pembebasan lantaran PKI mengusung gerakan revolusioner.

Jiwanya yang revolusioner menemukan tempat yang cocok di PKI. Ia tidak peduli bahwa dengan masuk PKI, dirinya akan menemukan kesulitan-kesulitan berhadapan dengan pemerintah. Tekadnya yang kuat untuk membela tanah air dan bangsa dari arogansi penjajah membuatnya rela meskipun harus hidup menderita.

Munculnya sifat radikal Tan Malaka terjadi ketika Tan Malaka menemukan ketimpangan sosial di lingkungan sekitar.

4. Tan Malaka dan Pergerakan Kiri

Tan Malaka tiba di Moskwa, Rusia pada tahun 1922. Ia menghabiskan waktu di sana dengan berpartisipasi dalam kegiatan Komintern.

Ia mengambil bagian dalam Komite Eksekutif Komunis Internasional (ECCI) untuk kongres keempat. Dalam kongres tersebut Tan Malaka memainkan peranan penting dan menyatakan idenya untuk pertama kalinya.

Tentang hubungan antara partai-partai komunis dan ekspresi nasionalisme seperti pergerakan pan-Islam dan gerakan boikot terhadap kekuatan imperialis yang berkembang di India.

5. Tan Malaka Ditangkap

Berbagai rintangan dihadapi oleh Tan Malaka dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Tan Malaka pernah ditangkap dan dibuang ke Kupang hingga diusir dari Indonesia seiring dengan konflik dengan Partai Komunis Indonesia dan Tan Malaka juga pernah diduga sebagai dalang penculikan Sutan Sjahrir pada tahun 1946.

Meskipun begitu, Tan Malaka memiliki segudang prestasi seperti mendirikan partai PARI (1927) dan Partai Murba (1948). Tan Malaka juga mendirikan sekolah dan mengajar di China tahun 1936 dan sekolah tinggi ke Singapura.

Selama 30 tahun terus menentang kolonialisme di berbagai daerah dan dianggap sebagai sosok yang menentang diplomasi Belanda yang merugikan posisi Indonesia. Tan Malaka dikejar-kejar hingga ditembak dan lenyap di kaki gunung Wilis, Kediri tahun 1949.

Di tanggal 28 Maret 1963, Presiden Soekarno mengangkat Tan Malaka sebagai pahlawan nasional. Namun nama Tan Malaka masih jarang terdengar dalam sejarah Indonesia.



Simak Video "Gaduh PKI di Ujung September"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia