Super Blood Moon 2021, Begini Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 27 Mei 2021 13:30 WIB
Gerhana Bulan Total Super Blood Moon
Foto: AP
Jakarta -

Super Blood Moon 2021 yang terjadi tadi malam, Rabu (26/05/2021) adalah salah satu fenomena tata surya yang cukup langka untuk bisa disaksikan. Mengapa bisa dikatakan cukup langka karena gerhana bulan total total selanjutnya akan terjadi pada dua belas tahun mendatang, pada 8 Oktober 2033.

Super Blood Moon kali ini juga makin istimewa karena bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Mengutip dari situs LAPAN, Super Blood Moon semalam dapat diamati dengan mata telanjang dan fase puncaknya terjadi dalam waktu yang cukup singkat, yaitu 14 menit 30 detik.

Lantas, bagaimanakah proses terjadinya Super Blood Moon dan mengapa bulan yang nampak bisa berwarna merah?

Proses terjadinya Super Blood Moon 2021

Sebelum mengetahui proses terjadinya Super Blood Moon, perlu kita ketahui terlebih dulu apa itu gerhana bulan. Mengutip dari BMKG, gerhana bulan adalah peristiwa ketika cahaya matahari tidak semuanya diterima oleh bulan, dikarenakan terhalangi oleh bumi.

Sebagai catatan penting, gerhana bulan hanya terjadi ketika fase bulan purnama. Gerhana total ini dapat terjadi hanya jika matahari, bumi, dan bulan dalam posisi yang sejajar.

Karena proses yang sejajar tersebut, bulan masuk ke umbra bumi. Itulah yang menyebabkan bulan akhirnya terlihat kemerahan.

Pada tahun ini, gerhana bulan hanya terjadi sebanyak dua kali. Selain gerhana bulan total yang terjadi kemarin, akan ada gerhana bulan sebagian pada tanggal 19 November mendatang.

Gerhana yang terjadi semalam terjadi selama sekitar 5 jam 5 menit dan 2 detik. Dan karena itulah gerhana bulan 26 Mei ini disebut dengan gerhana bulan total perige atau Super Blood Moon.

Proses terjadinya Super Blood Moon 26 Mei 2021

Gerhana bulan total tadi malam memiliki beberapa fase yaitu P1, U1, U2, Puncak, U3, U4, dan P4. Proses dimulainya sendiri adalah P1 di mana piringan bulan mulai memasuki penumbra bumi, yang mana ini terjadi selama 59 menit 26 detik.

Ketika memasuki fase umbra bumi atau U1, penampakan bulan yang mengalami gerhana akan menjadi gelap dan penampakan bulan mulai dapat dibedakan dari bulan purnama yang biasanya kita saksikan. Fase U1 terjadi selama 1 jam 24 menit 43 detik.

Setelah fase di atas, kemudian masuklah fase U2 atau fase totalitas. Di fase inilah warna kemerahan mulai nampak, diawali pada bagian yang pada mulanya berwarna gelap.

Fase totalitas tersebut berlangsung selama 18 menit 44 detik. Dan pada fase tersebut, puncak gerhana terjadi di mana bulan paling dekat dengan titik pusat umbra bumi.

Puncak gerhana total tadi malam terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.18.43 WITA atau 20.18.43 WIT. Setelah puncak dari gerhana bulan total terjadi, bulan kemudian mulai meninggalkan umbra bumi, yang artinya memasuki fase U3.

Pada fase tersebut, bulan yang mengalami gerhana kemudian perlahan-lahan menjadi kembali gelap. Fase ini terjadi selama 1 jam 24 menit 43 detik hingga bulan memasuki fase U4 atau meninggalkan umbra bumi.

Fase U4 ada selama 58 menit 26 detik hingga masuk fase P4. Di fase P4, seluruh piringan bulan meninggalkan penumbra bumi dan gerhana bulan total tadi malam pun berakhir.

Mengapa bulan berwarna merah

Gerhana bulan yang terjadi bisa nampak berwarna merah karena ada sebagian kecil cahaya kemerahan dari matahari yang kemudian dibiaskan oleh atmosfer hingga mencapai permukaan bulan. Kemudian, dari permukaan bulan inilah cahaya dipantulkan kembali ke bumi sehingga yang terlihat adalah warna kemerahan.

Proses ini yang akhirnya menyebabkan istilah blood moon atau bulan darah. Gerhana bulan total semalam adalah anggota ke-56 dari 84 anggota seri Saros 121.

Super Blood Moon 2021 juga punya kaitan dengan gerhana bulan total sebelumnya yang terjadi pada 16 Mei 2003 dan pada gerhana bulan sebagian yang akan datang pada 6 Juni 2039.



Simak Video "Antusiasme Masyarakat Nikmati Gerhana Bulan Total di Pantai Ancol"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia