Ternyata Begini Loh Cara Kadal Bernapas di Dalam Air

Kristina - detikEdu
Minggu, 16 Mei 2021 09:00 WIB
kadal anolis
Foto: Getty Images/iStockphoto/phototrip/Ternyata Begini Loh Cara Kadal Bernapas di Dalam Air
Jakarta - Sebuah tim ahli biologi evolusi dari Universitas Toronto, Kanada, menemukan kadal Anolis dapat bernapas di dalam air dengan bantuan gelembung yang menempel di moncongnya. Anolis dapat menyelam selama 18 menit.

Seperti diberitakan oleh ScienceDaily, kadal Anolis atau Anole adalah kelompok kadal yang dapat ditemukan di seluruh kawasan tropis Amerika. Beberapa Anolis dari spesies aliran dan spesies semi akuatik sering menyelam untuk menghindari predator.

"Kami menemukan bahwa anol semi-akuatik mengembuskan udara ke dalam gelembung yang menempel di kulit mereka," kata Chris Boccia, lulusan Master of Science baru-baru ini dari Departemen Ekologi & Biologi Evolusi (EEB) Fakultas Seni & Sains seperti dikutip pada Minggu (16/5/2021).

Boccia mengatakan kadal kemudian menghirup kembali udara yang diembuskan. Mekanisme ini disebut dengan proses rebreathing setelah scuba-diving.

Para peneliti mengukur kandungan oksigen (O2) di udara dalam gelembung dan menemukan terjadi penurunan dari waktu ke waktu. Hal ini membuktikan adanya proses respirasi saat mengembuskan ulang udara.

Sederhananya, gelembung udara di moncong kadal kemungkinan bertindak seperti tangki scuba. Tangki ini berfungsi untuk menyimpan pasokan udara selain udara dalam paru-parunya. Inilah yang dilakukan arthropoda air seperti kumbang air untuk berada di dalam air lebih lama.

Pernapasan ulang kemungkinan berevolusi karena kemampuannya untuk tetap terendam lebih lama saat menghindari predator. Untuk melihat lebih jauh, para peneliti mempelajari enam spesies Anole semi-akuatik dan menemukan bahwa semuanya memiliki sifat pernafasan ulang (rebreathing).

Sifat rebreathing mungkin telah berkembang karena kulit kadal Anoles bersifat hidrofobik (menolak air). Karakteristik ini kemungkinan berevolusi pada Anoles untuk melindungi mereka dari hujan dan parasit.

Saat berada di bawah air, gelembung udara menempel pada kulit hidrofobik. Gelembung itulah yang kemudian membantu kadal untuk bernapas.

Gelembung tersebut juga dapat membantu membuang limbah karbon dioksida (CO2) dari udara yang diembuskan. Proses ini telah diamati oleh peneliti lain pada arthropoda air.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa CO2 yang dihembuskan dan dihirup kembali terjadi karena CO2 sangat larut dalam air. Selain itu, tingkat CO2 dalam gelembung juga lebih tinggi daripada di air sekitarnya.

Para peneliti berspekulasi bahwa gelembung dapat bertindak sebagai insang dan menyerap oksigen dari air.

Meskipun pernapasan ulang telah dipelajari secara ekstensif pada arthropoda air seperti kumbang air, hal itu tidak diharapkan pada kadal karena perbedaan fisiologis antara arthropoda dan vertebrata. Namun demikian, Anole dengan habitat akuatik telah berulang kali melakukan mekanisme seperti ini.

"Pernapasan ulang tidak pernah dianggap sebagai mekanisme alami potensial untuk respirasi bawah air pada vertebrata. Tapi, dari hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa ini mungkin terjadi," kata Luke Mahler pembimbing tesis Boccia.

Klik halaman berikutnya



Simak Video "Kadal Mesir, Si Purba Berduri dari Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia