Tari Payung: Sejarah dan Asal Usulnya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 12 Mei 2021 08:00 WIB
Para perajin payung perlengkapan pemakaman di Klaten mengeluh sepi gegara pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.
Foto: Achmad Syauqi
Jakarta - Tari Payung merupakan tari tradisional yang bersifat hiburan. Pada dasarnya, ada beberapa versi yang mengatakan asal usul Tari Payung, beberapa di antaranya adalah berasal dari Sibolga, Minangkabau, dan Sungai Tanang, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Tarian ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Jika mengacu pada asal mula Tari Payung di Sibolga, Tari Payung muncul pertama kali beberapa abad yang lalu.

Sejarah Tari Payung

Mengutip dari arsip perpustakaan Universitas Negeri Medan, Tari Payung lahir pertama kali kira-kira di tahun 1600 Masehi dan tidak diketahui dengan jelas siapa penciptanya.

Tarian tersebut pada awalnya adalah dari masyarakat Bengkulu yang kemudian pindah ke daerah Sibolga. Maka dari itu, tarian ini juga merupakan kesenian milik masyarakat Sibolga, Tapanuli tengah.

Fungsi Tari Payung

Secara teknis, Tari Payung merupakan jenis tarian yang tergolong dalam kesenian Sikambang.

Sikambang adalah jenis kesenian yang terdiri dari tari serta musik dan tidak lepas dari masyarakat pesisir, yang merupakan ciri bagi masyarakat Sibolga.

Walaupun asal mula Tari Payung ini ada beberapa versi, tetapi seluruh sumber sepakat bahwa Tari Payung berkisah tentang pasangan suami istri yang baru saja menikah.

Lebih lengkapnya, cerita dalam tarian tradisional tersebut adalah tentang perempuan dan laki-laki yang bertemu hingga menikah, lalu si laki-laki harus merantau untuk mencari nafkah.

Tari Payung sendiri adalah tarian hiburan yang biasanya ditampilkan saat pesta pernikahan dan secara berpasangan.

Ada pula yang biasa memainkan Tari Payung adalah muda-mudi laki-laki dan perempuan dengan membawa payung serta selendang sebagai bagian dari properti tari. Jadi, nama dari tarian ini mengikuti properti utama yang digunakan dalam tari itu sendiri.

Umumnya, penari pria memakai pakaian tradisional teluk balanga sedangkan penari wanita memakai baju kurung. Hal ini mengandung arti pakaian yang sopan menurut syariat Islam.

Makna tari payung

Makna dari tari payung yang berasal dari Sumatra Barat ini memiliki makna kasih sayang dan perlindungan untuk sang kekasih.

Dengan menggunakan properti payung dan selendang, keduanya melambangkan perlindungan pria yang merupakan pilar utama keluarga. Sedangkan selendang menggambarkan ikatan suci cinta dari pasangan yang sering diartikan sebagai kesetiaan seorang wanita membina rumah tangga.

Mengutip dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, penampilan Tari Payung diiringi oleh sebuah lagu tradisional yang berjudul "Babenda-bendi ke Sungai Tanang."

Nah, begitulah asal mula, sejarah, dan fungsi Tari Payung. Semoga membantu, detikers!



Simak Video "Belajar Tari Tradisional di Ubud Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia