Siapa KH Hasyim Asy'ari, Tokoh yang Namanya Hilang dari Kamus Sejarah?

Kristina - detikEdu
Kamis, 22 Apr 2021 08:30 WIB
KH Hasyim Asyari
Foto: istimewa/Siapa KH Hasyim Asy'ari, Tokoh yang Namanya Hilang dari Kamus Sejarah?
Jakarta -

KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh ulama Islam yang juga pahlawan nasional Indonesia. Ia memiliki wawasan luas dan pemikiran visioner dalam sejarah perjuangan.

Ia memiliki segudang pemikiran dan karya-karya besar. Berikut profil KH Hasyim Asy'ari:

1. Pendiri NU

Tokoh dengan nama lengkap Muhammad Hasyim bin Asy'ari bin Abdul Wahid bin Abdul Halim ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 14 Februari 1871 M atau bertepatan dengan 12 Dzulkaidah 1287 H.

Dikutip dari buku KH Hasyim Asy'ari karangan Abdul Hadi, KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh pendiri organisasi Islam Nadhlatul Ulama (NU). Beliau berperan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kiai NU, begitu sapaan akrabnya, berkontribusi besar terhadap tegaknya negara Indonesia, khususnya dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad yang menghalau penjajah.

2. Kehidupan KH Hasyim Asy'ari

Dilansir dari situs Tebu Ireng, sejak kecil KH Hasyim Asy'ari dibesarkan di lingkungan pesantren. Tepatnya di Pesantren Muslim tradisional Gedang.

Semasa hidup, KH Hasyim Asy'ari banyak menghabiskan waktu untuk belajar di pesantren. Hal tersebut tidak lain karena ia lahir dari kalangan kiai tradisional yang kental dengan dunia pesantren.

Ayahnya, KH. Asy'ari merupakan pendiri Pesantren Keras yang ada di tanah kelahirannya. Sementara, kakeknya sendiri merupakan pendiri dan pengasuh Pesantren Gedang.

Bahkan kakek buyutnya, Kiai Sihah telah dikenal luas sebagai pendiri dan pengasuh Pesantren Tambak Beras, Jombang.

Diketahui pondok pesantren milik kakeknya merupakan pondok populer yang menjadi pusat santri-santri Jawa di akhir abad ke-19. Tidak heran jika KH Hasyim Asy'ari tumbuh menjadi ulama khas pesantren.

3. Riwayat Perjalanannya dalam Menimba Ilmu

Tokoh center NU ini dikenal dengan ketidakpuasannya dalam mencari ilmu. Bahkan tak sedikit yang menjulukinya sebagai "hamba ilmu".

Diceritakan dalam buku yang sama, sebelum berusia enam tahun KH Hasyim Asy'ari dididik oleh kakeknya, Kiai Usman. Baru pada tahun 1876, ia ikut orang tuanya di desa bagian selatan Jombang, Desa Keras.

Pada usia 12 tahun, KH Hasyim Asy'ari telah diberi kepercayaan untuk mengajar santri yang lain. Diketahui semasa tinggal bersama orang tuanya, ia banyak belajar tentang dasar pendidikan Islam, membaca, dan menghafal Al Quran.

Atas kecintaannya terhadap ilmu, KH Hasyim Asy'ari telah mengunjungi pesantren demi pesantren di tanah Jawa dan Madura sejak usia 15 tahun. Ia memiliki banyak guru di antaranya Syekh Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Nawawi al-Bantani, dan KH Muhammad Khalil Bangkalan.

Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia