5 Fakta Kamus Sejarah Indonesia Kemendikbud yang Jadi Kontroversi

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 21 Apr 2021 17:43 WIB
KH Hasyim Asyari
Kamus Sejarah Indonesia jilid I Kemendikbud tak memuat perjuangan KH Hasyim Asy'ari pendiri NU. Kamus tersebut mendapat protes keras (Foto: istimewa)
Jakarta - Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Mendikbud Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara memberi penjelasan terkait kontroversi isi kamus tersebut lewat video di akun Instagram miliknya, Rabu (21/4/2021).

Keributan yang berawal dari protes atas tidak dimuatnya perjuangan KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama di Kamus Sejarah Indonesia itu. Tentu saja hal ini menuai protes baik dari keluarga, kiai-kiai NU hingga politisi yang terafiliasi dengan ormas Islam terbesar di Indonesia itu.

Namun, ada beberapa fakta mengenai Kamus Sejarah Indonesia yang sempat menjadi bahan polemik ini.

1. Kamus Sejarah Indonesia disusun di tahun 2017

Dalam video terbaru di Instagram miliknya, Nadiem Makarim menyebutkan bahwa Kamus Sejarah Indonesia disusun pada 2017 sebelum dirinya menjabat. Tahun 2017 posisi Mendikbud masih diisi Muhadjir Effendy yang sekarang ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Nadiem mengajak masyarakat agar di bulan suci Ramadhan persoalan tak adanya nama KH Hasyim Asy'ari tersebut dihadapi dengan akal sehat, kepala dingin dengan solusi.


2. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud menyebut kamus tersebut belum final

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan hilangnya nama pendiri Nadlathul Ulama KH. Hasyim Asyhari di Kamus Sejarah Indonesia jilid I murni sebuah kesalahan.

"Memang ada kesalahan teknis dalam penyusunan dan kami memohon maaf karena ini kesalahan yang tidak perlu terjadi, buku yang belum siap tapi diupload di website resmi," kata Hilmar dalam konferensi pers daring Kemendikbud, Selasa (20/4/2021).

Hilmar mengatakan awalnya buku kamus sejarah ini merupakan proyek di tahun 2017. Namun hingga tahun anggaran 2017 selesai, buku ini belum kunjung rampung.


3. Naskah kamus yang belum final diunggah pada 2019

Hilmar menyebut pada 2019 Direktur Sejarah diminta menyiapkan materi untuk situs resmi Rumah Belajar. Naskah Kamus Sejarah yang belum rampung itu pun ikut dimasukkan dalam laman resmi Rumah Belajar.

"Saya sudah cek sampai staf di lapangan, kesimpulannya ini keteledoran, naskah yang tidak siap kemudian sudah dimuat di website itu," katanya.

Hilmar menyatakan minta maaf atas keteledoran tersebut. Dia memastikan yang sudah sudah diunggah ke laman Rumah Belajar telah ditarik.

"Kami sudah turunkan buku ini, jadi sudah tidak ada lagi di website Rumah Belajar. Semua buku sejarah modern juga diturunkan sampai ada review," katanya.

4. Nadiem meminta penyempurnaan kamus

Proyek penyempurnaan Kamus Sejarah Indonesia ini pada awalnya sempat terhenti.

Dikarenakan keributan yang terjadi kemarin ini, akhirnya Nadiem langsung meminta Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid untuk langsung melakukan koreksi dan menyelesaikan penyempurnaan kamus tersebut.

Nadiem meminta penyempurnaan kamus dilakukan dengan lebih cermat dan teliti. "Dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan lebih mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU," ujar Nadiem.

Untuk menjernihkan keributan soal kamus ini, Nadiem menyebutkan, "Kemendikbud memastikan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa, termasuk kyai haji Hasyim Asyari dan para penerusnya tidak akan berubah."

5. KH Hasyim Asy'ari disebut tokoh yang berjasa pada pendidikan dan kebudayaan

Nadiem Makarim menyatakan bahwa pendiri NU KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh panutan yang berjasa pada pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

"KH Hasyim Asy'ari adalah kiai, guru dan panutan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia," kata Nadiem.

Dia mengatakan bahwa hal tersebut adalah salah satu alasan Kemendikbud mendirikan Museum Islam Hasyim Asyari di Jombang sekaligus buku berjudul KH Hasyim Asyari: Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional.

Pada klarifikasi terakhir dari Nadiem, dirinya meminta restu agar Kamus Sejarah Indonesia dapat dilanjut-sempurnakan agar bermanfaat bagi kita semua.

Kini Kamus Sejarah Indonesia yang diributkan itu sudah jelas penyelesaiannya ya, detikers!

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia