Kisah 25 Nabi

Kisah Nabi Yaqub AS: Sosok Ayah Bijaksana dan Penyayang

Kristina Ina - detikEdu
Sabtu, 17 Apr 2021 03:31 WIB
Kisah nabi
Foto: Ilustrasi Mindra Purnomo/Kisah Nabi Yaqub AS: Sosok Ayah Bijaksana dan Penyayang
Jakarta -

Nabi Yaqub AS adalah cucu Nabi Ibrahim AS dari putranya Nabi Ishak AS. Ia dikenal dengan sosok ayah yang bijaksana dan penyayang.

Allah SWT berfirman dalam Q.S An-Nisa ayat 163,

۞ إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيْمَٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud."

Dikisahkan dalam buku Kisah Teladan dan Menakjubkan 25 Nabi karangan Ariany Syurfah, pada suatu ketika putra Nabi Ishak AS, Iishuu dan Yaqub sering bertengkar.

Lalu, Ishak AS meminta putranya, Yaqub AS untuk pergi menemui pamannya yang bernama Laban. Pamannya tinggal di wilayah Babylon, Irak.

Nabi Yaqub AS pun dibesarkan oleh pamannya. Ia tumbuh dengan kemuliaan akhlak. Ia dikenal rajin bekerja dan cekatan. Hal itu membuat keluarga Laban senang padanya.

Perjuangan Yaqub AS Menikahi Istrinya

Diceritakan bahwa Laban memiliki dua putri cantik, Layya dan Rahiel. Saat keduanya tumbuh dewasa, ia menjodohkan putri pertamanya, Layya dengan Yaqub AS.

Namun, ternyata Yaqub AS lebih memilih Rahiel. Untuk itu, pamannya memintanya bekerja selama tujuh tahun baru kemudian dia bisa menikah dengan Rahiel.

Tujuh tahun sudah Yaqub AS menjadi penggembala kambing. Akhirnya ia bisa menikah dengan Rahiel. Setelah itu, Yaqub AS pun berniat untuk menikahi Layya.

Lagi-lagi pamannya memberikan syarat padanya. Ia harus bekerja selama tujuh tahun lagi untuk bisa menikahi Layya.

Yaqub AS pun menyanggupi. Hingga akhirnya ia bisa menikahi Layya. Selama 14 tahun ia harus berjuang untuk bisa menikahi putri dari pamannya itu.

Selain menikah dengan Layya dan Rahiel, Nabi Yaqub AS juga menikahi Zulfa dan Baihah yang kerap membantu Layya dan Rahiel.

Dari pernikahannya dengan 4 wanita itu Allah SWT mengaruniai 12 putra. Salah satu di antaranya kelak menjadi seorang nabi, yakni Nabi Yusuf AS.

Kebijaksanaan Yaqub AS dalam Mendidik Anak-anaknya

Nabi Yaqub AS mendidik ke-12 putranya dengan penuh kasih sayang. Ia mengajarkan kepada anak-anaknya untuk berbuat baik dan beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana yang diwasiatkan oleh kakeknya, Nabi Ibrahim AS.

Allah berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 132,

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Artinya: "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yaqub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam."

Nabi Yaqub AS juga selalu memberikan nasihat kepada putra-putranya. Sebagaimana yang berada dalam firman-Nya pada Q.S Yusuf ayat 67,

وَقَالَ يَٰبَنِىَّ لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ وَٱدْخُلُوا۟ مِنْ أَبْوَٰبٍ مُّتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

Artinya: " Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri."

Dikisahkan pada suatu ketika, terjadi kecemburuan kesepuluh putranya terhadap Yusuf AS. Pada suatu perjalanan, mereka memasukkan Nabi Yusuf AS ke dalam sumur.

فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓا۟ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya:" Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi." (Q.S Yusuf: 15)

Kakak-kakak Yusuf AS mengatakan kepada ayahnya, Yaqub bahwa adiknya telah diterkam binatang buas.

Allah berfirman dalam Q.S Yusuf ayat 17,

قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَٰدِقِينَ

Artinya:" Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar."

Hingga pada suatu ketika kezaliman anak-anaknya terhadap saudaranya sendiri terungkap. Akhirnya Nabi Yaqub AS memohonkan ampun kepada Allah SWT atas perbuatan putranya. Hal ini disebutkan dalam Q.S Yusuf ayat 98,

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: "Yaqub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Allah SWT menjadikan Nabi Yaqub AS sebagai orang yang shaleh. Dia menjadikan Nabi Yaqub AS sebagai pemimpin yang senantiasa menjalankan perintah-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya pada Q.S al-Anbiya ayat 73,

وَجَعَلْنَٰهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِمْ فِعْلَ ٱلْخَيْرَٰتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّكَوٰةِ ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا عَٰبِدِينَ

Artinya: " Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah."

Itulah tadi kisah Nabi Yaqub AS. Ia tetap menyayangi putra-putranya walaupun di antara mereka telah berbuat yang tidak baik terhadap saudaranya sendiri.



Simak Video "Kisah Nabi Muhammad-Islampedia Siap Temani Harimu di Bulan Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia