BRI Ramadan Update: Kisah Cendekiawan Muslim

Cendekiawan Muslim Al-Biruni, Dapat Ukur Putaran Keliling Bumi di Abad 11 M

Rahma I Harbani - detikEdu
Jumat, 16 Apr 2021 17:30 WIB
Al Biruni (Ilustrasi: Kiagus Auliansyah/detikcom)
Foto: Al Biruni (Ilustrasi: Kiagus Auliansyah/detikcom)/Cendekiawan Muslim Al-Biruni, Dapat Ukur Putaran Keliling Bumi di Abad 11 M
Jakarta -

Abu Arrayhan Muhammad Ibnu Ahmad Al-Biruni atau yang akrab disapa dengan Al-Biruni merupakan cendekiawan muslim yang dilahirkan di Desa Khath, dahulu menjadi ibu kota Kerajaan Khawarizm, Khiva, Uzbekistan pada 3 Dzulhijjah 362 H/ 15 September 973 M. Ia disebut-sebut sebagai ahli fisika, matematika, astronomi, sejarah, geologi, filsafat, geografi, dan ilmu alam lainnya.

Semasa kecilnya, Al-Biruni dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat agama dan keluarga yang cinta dengan ilmu pengetahuan.

Riwayat kehidupan Al-Biruni tidak banyak diceritakan, namun menurut buku Historiografi Islam: Konsepsi dan Asas Epistemologi Ilmu Sejarah dalam Islam yang ditulis oleh Fajriudin, ia sudah dikenal sebagai remaja yang sangat gemar membaca dan menulis hingga mencintai ilmu pengetahuan.

Sejak saat itu pula, Al-Biruni tertarik pada astronomi dan matematika hingga menuntut ilmu pada astronom dan ahli matematika pada masanya, Abu Nashr Mansur.

Mengutip dari buku Salman Iskandar yang berjudul 99 Tokoh Muslim Dunia, saat usianya menginjak 17 tahun, Al-Biruni telah melakukan pengamatan di bidang astronomi seperti, ketinggian maksimum matahari dengan menghitung garis lintang Kath.

Kemudian, di usianya yang ke 22 tahun, Al-Biruni sudah mahir membaca proyeksi peta yang ditemukan orang lain. Ia juga pernah membuat karya berupa kartografi yang digunakan dalam proyeksi pembuatan peta.

Lalu, di usianya yang ke-27 tahun, Al-Biruni berhasil menulis buku yang berjudul Kronologi. Buku ini berisi tentang hasil kerjanya sendiri, ia juga membuat buku tentang astrolab, buku tentang sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang sejarah. Namun sayangnya saat ini buku-buku tersebut sudah hilang ditelan sejarah.

Menurut penulis Dr. Kasem Ajram, yang dikutip dari detikNews, karya monumental yang dihasilkan oleh cendekiawan muslim ini mencapai 13.000 halaman, karya-karyanya yang hilang pun belum termasuk dalam hitungan.

Selain penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, Al-Biruni juga seorang polyglot, ia fasih dalam berbagai bahasa seperti, Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi, dan Suriah.

Klik halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia