Kisah 25 Nabi

Kisah Nabi Nuh AS: Sabar dalam Berdakwah hingga Selamat dari Banjir Besar

Kristina Ina - detikEdu
Selasa, 13 Apr 2021 14:50 WIB
Nabi Nuh
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/Kisah Nabi Nuh AS: Sabar dalam Berdakwah hingga Selamat dari Banjir Besar
Jakarta -

Nabi Nuh AS adalah manusia pilihan Allah SWT dengan segala kesabarannya dalam berdakwah. Tidak sedikit ia mendapatkan cemooh dari kaum yang mendustakannya.

Allah SWT telah berfirman dalam Q.S Ali 'Imran ayat 33-34 sebagai berikut,

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحًا وَءَالَ إِبْرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمْرَٰنَ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

Arab-latin: innallāhaṣṭafā ādama wa nụḥaw wa āla ibrāhīma wa āla 'imrāna 'alal-'ālamīn

Artinya: "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)," (Q.S Ali 'Imran: 33)

ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنۢ بَعْضٍ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Arab-latin: żurriyyatam ba'ḍuhā mim ba'ḍ, wallāhu samī'un 'alīm
Artinya: "(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S Ali Imran:34)

Ayat tersebut menunjukkan kepada kita semua untuk senantiasa meneladani kisah Nabi Nuh AS. Sebagai manusia pilihan Allah SWT, Nabi Nuh AS terkenal dengan keikhlasan dan ketekunannya dalam berdakwah kepada kaum Bani Rasib.

Allah SWT memberikan karunia berupa petunjuk dan wahyu sebagaimana yang diterima oleh para nabi yang lain.

Berikut kisah nabi Nuh AS yang dapat kita ambil hikmahnya:

1. Nabi Nuh AS dan Kaum yang Mendustakannya

Nabi Nuh AS diutus Allah SWT untuk mengajak kaumnya meninggalkan berhala dan menyembah Allah SWT. Kisah Nabi Nuh AS dan kaumnya diceritakan dalam Al Quran Surat Al-A'raaf ayat 59-64.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raaf ayat 59 yang berbunyi,

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Arab-latin: laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).""

Para pemuka dari kaumnya yang berdusta mencemooh Nabi Nuh AS. Mereka mengatakan bahwa Nabi Nuh AS berada dalam kesesatan yang nyata.

Seperti dijelaskan dalam surat Al-'Araf ayat 60 yang artinya "Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".

"Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam". (Q.S Al-'Araf:61)

"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui". ( Q.S Al-A'raf:62)

"Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?" (Q.S Al-A'raf: 63)

2. Membuat Kapal di Musim Kemarau

Nabi Nuh AS berdakwah selama sekitar 950 tahun. Ia tetap sabar dan terus berdakwah walaupun selalu mendapat caci maki dari kaum-kaum yang mendustakannya.

Allah SWT memberikan karunianya kepada Nabi Nuh AS sebagai rasul Ulul Azmi. Atas kesabaran dan keteguhan hatinya dalam mengajak kaumnya untuk beribadah kepada-Nya.

Suatu ketika Allah SWT memerintahkannya untuk membuat kapal. Kapal itulah yang menjadi penyelamat ketika datang azab Allah SWT terhadap kaum yang mendustakannya.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Hud ayat 38,

وَيَصْنَعُ ٱلْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِّن قَوْمِهِۦ سَخِرُوا۟ مِنْهُ ۚ قَالَ إِن تَسْخَرُوا۟ مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

Arab-latin: wa yaṣna'ul-fulk, wa kullamā marra 'alaihi mala`um ming qaumihī sakhirụ min-h, qāla in taskharụ minnā fa innā naskharu mingkum kamā taskharụn

Artinya: "Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)."

Ayat tersebut mengisahkan bahwa Nabi Nuh AS mendapatkan ejekan ketika ia membuat kapal (bahtera) dari kaum yang mendustakannya saat lewat di hadapannya.

Kisah Nabi Nuh berikutnya dapat dibaca pada halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia