Definisi, Ciri-Ciri, dan Contoh Barang Komplementer

Faqihah M Itsnaini - detikEdu
Selasa, 30 Mar 2021 15:15 WIB
Ilustrasi subsidi BBM
BBM dan motor adalah contoh barang komplementer (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Setiap orang pasti membutuhkan alat pemuas kebutuhan agar dapat bertahan hidup. Salah satunya adalah barang komplementer , yaitu barang yang berguna melengkapi barang lain.

Manusia memiliki kebutuhan berupa barang dan jasa yang harus dipenuhi. Barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan ini disebut juga alat pemuas kebutuhan. Contoh sederhananya, saat detikers merasa lapar, sepiring nasi menjadi alat pemenuhan kebutuhan.

Alat pemuas kebutuhan dalam ekonomi dibagi menjadi 7 kelompok. Pembagiannya berdasarkan wujud, kelangkaan, hubungan dengan benda lain, sifat, tujuan penggunaan, tingkat pemakaian, dan berdasarkan proses pembuatannya.

Menurut pembagian berdasarkan hubungan dengan benda lain, dapat dibagi dua yaitu barang substitusi dan barang komplementer.

Nah, topik yang kali ini dibahas adalah mengenai definisi, ciri-ciri, dan contoh barang komplementer.

Barang komplementer adalah barang yang berfungsi jika dilengkapi barang lain. Bisa juga dimaknai sebagai dua barang yang berpasangan dan keduanya saling melengkapi. Maka, disebut barang komplementer ketika produk A dengan produk B memiliki ketergantungan satu sama lain.

Sehingga dari segi kebutuhan, kedua produk sama-sama dibutuhkan. Sementara dari segi permintaan, barang komplementer mempengaruhi terjadinya permintaan produk satu sama lain di pasar. Pasalnya, tidak mungkin konsumen hanya membeli satu barang dan meninggalkan pasangannya.

Jika salah satu barang tidak ada, maka barang yang lainnya akan mengalami penurunan fungsi atau bahkan tidak dapat digunakan sama sekali.

Ciri-Ciri Barang Komplementer

Dengan karakteristik sederhana ini, detikers dapat menentukan produk yang termasuk ke dalam barang komplementer. Ciri-cirinya adalah:

1. Dua barang yang berpasangan

Barang komplementer memiliki keterkaitan fungsi dengan barang lainnya, maka disebut sebagai barang yang berpasangan. Misalnya sikat gigi berkaitan dengan odol. Tanpa barang pasangannya, barang komplementer tidak bisa digunakan dengan baik.

2. Salah satu barang komplementer memiliki nilai lebih kecil

Pada dasarnya, salah satu barang komplementer memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan barang lainnya. Nilai barang komplementer akan meningkat jika sudah disandingkan dengan pasangannya. Jika sudah begitu, berarti produk komplementer sudah dipakai dengan tepat.

3. Barang tidak dapat berfungsi sendiri

Barang komplementer masih mempunyai fungsi. Maksudnya, beberapa barang ini tetap bisa digunakan tanpa pasangan. Contohnya TV dengan remotenya. Meski tanpa remote, tv masih bisa digunakan karena ada tombol yang melekat, namun tidak sepraktis dan seefisien jika memakai remote.

Contoh Barang Komplementer

Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri barang komplementer, berikut beberapa contoh barang komplementer lainnya:

1. Pulpen dan tinta adalah barang komplementer. Tinta diperlukan untuk mengisi pulpen, sehingga dapat digunakan untuk menulis. Begitu juga sebaliknya, tanpa pulpen, tinta mungkin tidak bisa digunakan sebagai alat menulis.

2. Jam dengan baterainya juga merupakan barang komplementer. Jam adalah barang utama, dengan baterai sebagai barang komplementer. Jam tidak akan berfungsi tanpa baterai, begitupun baterai yang tidak bermanfaat jika tidak ada di barang lain.

3. Barang komplementer selanjutnya adalah mobil dan bensin. Mobil tidak akan bisa berjalan tanpa diisi bensin, begitu pula bensin yang tidak bermanfaat tanpa barang utamanya.

Bagaimana, mudah kan memahami barang komplementer? Apakah detikers bisa menyebutkan contoh lainnya?

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia