Tahun Kabisat pada Kalender Masehi Terjadi Setiap Berapa Tahun Sekali?

Anastasia Anjani - detikEdu
Jumat, 26 Mar 2021 12:30 WIB
kalender tahun kabisat. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: Dikhy Sasra/Tahun Kabisat pada Kalender Masehi Terjadi Setiap Berapa Tahun Sekali?
Jakarta - Bumi membutuhkan waktu sebanyak 365.25 hari untuk mengitari matahari. Gerakan tersebut disebut sebagai satu tahun matahari. Dalam kalender masehi angka 365.25 hari dibulatkan menjadi 365 hari.

Untuk mengganti angka 0.25 tersebut, dalam kalender masehi ditambahkan satu hari ke sistem penanggalan tersebut setiap empat tahun. Hal itu disebut sebagai tahun kabisat.

Tahun kabisat pada kalender masehi terjadi pada setiap empat tahun. Pada setiap tahun di kalender masehi, masyarakat terbiasa menghitung sebanyak 365 hari. Tapi setiap empat tahun sekali, bulan Februari memiliki 29 hari, bukan 28 hari. Nah, tahun kabisat memiliki 366 hari dalam setahun.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai tahun kabisat yang dilansir dari situs Space Place Nasa.

1. Mengapa Tahun Kabisat Terjadi

Tahun Kabisat pada kalender masehi terjadi setiap empat tahun sekali. Hal tersebut terjadi karena bumi membutuhkan waktu sekitar 365 hari dan 6 jam untuk mengorbit matahari.

Bumi membutuhkan waktu sekitar 24 jam atau 1 hari untuk berputar pada porosnya. Jadi dalam proses pergerakan bumi terhadap matahari, tahun tidak memiliki hari yang pasti.

Karena itu, hampir setiap tahun di kalender masehi dibulatkan menjadi 365 hari. Namun, sisa hari tersebut tidak hilang. Untuk mengganti tanggal yang hilang tersebut, Nasa menambahkan satu hari ke kalender masehi setiap empat tahun.

Perhitungan Nasa dilakukan dengan mengurangi 6 jam atau seperempat hari dari tahun 2017, 2018, dan 2019, dan Nasa menggantinya di tahun 2020. Itulah alasan mengapa tahun kabisat terjadi pada tahun 2020 lalu.

2. Alasan Tahun Kabisat Penting

Tahun kabisat menjadi tahun penting karena pada tahun tersebut kalender masehi sesuai dengan tahun matahari. Tahun matahari adalah jumlah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan perjalanan mengelilingi matahari.

Sebagai contoh, Juli adalah musim panas, jika tidak ada tahun kabisat jumlah jam yang hilang tersebut akan bertambah menjadi hari, minggu, hingga bulan. Akhirnya dalam beberapa ratus tahun kemudian, Juli akan berubah menjadi bulan musim dingin.

3. Apakah Planet Lain Memiliki Tahun Kabisat?

Planet lain memiliki tahun kabisat. Hal ini terjadi karena orbit planet mengitari matahari (tahun) dan berotasi pada sumbunya (hari) tidak sempurna. Fenomena planet mengitari matahari berlaku di hampir semua planet lain dalam sistem tata surya.

Contohnya dapat dilihat di Mars, yang memiliki tahun kabisat lebih banyak daripada tahun biasa. Setahun di Mars sama dengan 668 sol (hari) atau disebut hari Mars. Namun dibutuhkan 668,6 sol bagi Mars untuk mengelilingi Matahari.

Dalam periode 10 tahun Mars, empat tahun akan memiliki 668 sol dan enam tahun akan menjadi tahun kabisat dengan 669 sol.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tahun kabisat pada kalender masehi terjadi pada setiap empat tahun sekali. Terakhir, tahun kabisat terjadi pada tahun 2016, 2020, dan akan terjadi pada tahun 2024.



Simak Video "Detik-detik Ingenuity Melayang Perdana di Planet Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia