7 Bahasa Daerah Sumatera Selatan, Bukan Hanya Palembang

Faqihah Muharroroh Itsnaini - detikEdu
Selasa, 23 Mar 2021 07:00 WIB
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (23/7). Operasional LRT Palembang dengan penumpang dilakukan sejauh 24,5 km, dari Stasiun Dekranasda Jakabaring (DJKA) sampai Stasiun Bandara SMB II. Operasional tersebut masih terbatas stakeholder seperti petugas LRT, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/18
Foto: Antara Foto/7 Bahasa Daerah Sumatera Selatan, Bukan Hanya Palembang
Jakarta -

Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa daerah. Salah satu wilayah dengan bahasa daerah yang beragam adalah provinsi Sumatera Selatan.

Sejak berabad yang lalu, Sumatera Selatan dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya. Pada abad ke-7 sampai abad ke-12, wilayah Sumatera Selatan adalah pusat kerajaan Sriwijaya yang terkenal sebagai kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara.

Dilansir situs Pemprov Sumatera Selatan, Sumatera Selatan atau Sumsel berdiri pada 12 September 1950. Awalnya, Sumsel mencakup daerah Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Namun kemudian empat wilayah ini akhirnya menjadi provinsi tersendiri.

Meski begitu, empat wilayah tersebut tetap memiliki akar budaya bahasa dari keluarga yang sama, yaitu bahasa Austronesia proto bahasa Melayu dengan beberapa pembagian daerah bahasa dan logat, seperti Palembang, Ogan, Komering, Musi, Lematang, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, ada beberapa bahasa daerah Sumatera Selatan yang digunakan hingga kini. Dilansir dari laman Kemendikbud, berikut pembagiannya:

1. Bahasa Melayu

Bahasa Melayu, bahasa Palembang, atau bahasa Musi adalah dialek yang digunakan masyarakat di sebagian wilayah Sumatera Selatan dengan penutur asli berjumlah 3,1 juta orang.

Di antara berbagai macam bahasa daerah Sumatera Selatan, bahasa Melayu atau Palembang (dialek kota) juga berfungsi sebagai bahasa pemersatu.

Bahasa Melayu di provinsi Sumatera Selatan biasanya dituturkan di wilayah Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, dan lain-lain.

Di Sumsel, bahasa Melayu terdiri dari sembilan dialek, yaitu Palembang Sukabangun, Kisam, Muara Saling, Selangit, Rupit, Bentayanyang, Palembang, Padang Binduyang, dan dialek Talang Ubi yang digunakan pada daerah-daerah tertentu.

Berdasarkan perhitungan dialektometri, persentase perbedaan sembilan dialek itu adalah 51-80%. Isolek Melayu adalah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Kayu Agung, Ogan, Pademaran, Komering, dan Lematang.

2. Bahasa Kayu Agung

Bahasa Kayu Agung dituturkan di wilayah Desa Landur, Desa Rekimai Jaya, Desa Pematang Panggang, Desa Lubuk Karet, dan masih banyak lagi.

Bahasa Kayu Agung ini memiliki sembilan dialek yaitu Lintang, Kimak, Pagar Dewa, Pematang, Penesak, Kayu Agung Perigi, Kikim, Lubuk Rumbai, dan dialek Ngulak yang digunakan berbeda-beda tergantung wilayahnya.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan kesembilan dialek tersebut berkisar 51-80%. Isolek Kayu Agung merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Melayu, Komering, Lematang, Ogan, Pedamaran, dan Melayu.

3. Bahasa Komering

Bahasa Komering dituturkan penduduk wilayah Desa Negeri Batin, Desa Sriwangi, Desa Campang Tiga, Desa Sukaraja, Desa Pulau Negara, dan masih banyak lagi.

Bahasa Komering ini memiliki dua dialek. Dialek Pulau Negara yang digunakan masyarakat Desa Sriwangi dan daerah lainnya, sementara dialek Aji digunakan penduduk di Desa Negeri Batin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU).

Sesuai hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan kedua dialek tersebut berkisar 51-80%. Isolek Komering adalah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Pedamaran, Ogan, Melayu, Lematang, dan Kayu Agung.

4. Bahasa Lematang

Bahasa daerah Sumatera Selatan ini dituturkan di wilayah Desa Serdang Menang, Desa Suka Cinta, Desa Kota Dalam, Desa Rantau Alai, Desa Kuripan, dan masih banyak lagi daerah lainnya.

Bahasa ini terbagi menjadi lima dialek, yaitu Pegagan, Lematang Lahat, Ujan Mas Lama, Rambutan, dan dialek Rambang.

Berdasarkan hasil dialektometri, persentase perbedaan kelima dialek itu berkisar 51-80%. Isolek Lematang merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%-100% jika dibandingkan dengan bahasa Kayu Agung, Ogan, Pademaran, Komering, dan Melayu.

5. Bahasa Ogan

Bahasa Ogan ada di sebagian besar masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, yaitu Desa Karang Dapo, Desa Talang Akar, Desa Peninjauan, Desa Pelabuh Dalam, dan lain-lain.

Bahasa ini digunakan sebagian penduduk yang tinggal di pesisir atau tepian Sungai Ogan. Sungai Ogan sendiri berasal dari beberapa aliran kecil mata air dari Bukit Nanti yang bersatu menjadi aliran besar sungai Ogan, yang akhirnya bermuara di Sungai Musi, Palembang.

Menurut hasil penghitungan dialektometri, isolek Ogan adalah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Komering, Lematang, Pedamaran, Melayu, dan Kayu Agung.

6. Bahasa Jawa

Bahasa Jawa juga digunakan di beberapa daerah Sumatera Selatan. Di antaranya Desa Makarti Jaya, Desa Sebubus, dan Desa Gelebak Dalam.

Bahasa Jawa di sini memiliki tiga dialek, yaitu dialek Makari Jaya, dialek Gelebak Dalam-Sebubus, dan dialek Penyandingan yang digunakan di beberapa tempat berbeda.

Menurut penghitungan dialektometri, persentase perbedaan ketiga dialek tersebut berkisar 51%-80%. Bahasa Jawa yang ada di Provinsi Sumatera Selatan dapat dibilang serupa dengan bahasa Jawa di Surakarta dan Yogyakarta dengan persentase perbedaan sebesar 60%, sehingga berbeda dialek.

7. Bahasa Pedamaran

Bahasa Pedamaran dituturkan di Desa Pedamaran 5, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Berdasarkan hasil perhitungan dialektometri, isolek Pedamaran adalah bahasa dengan persentase perbedaan sekitar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Komering, Lematang, Melayu, Ogan, dan Kayu Agung.

Selain tujuh bahasa di atas, ada sumber yang mengatakan bahasa daerah Sumatera Selatan lainnya yaitu bahasa Pasemah, bahasa Penegak, bahasa Semendo, bahasa Enim, dan masih banyak lagi.

Beragam sekali ya, detikers. Kamu berminat mempelajari salah satunya?

baha



Simak Video "Kenyal nan Gurih, Menikmati Kelezatan Mie Lakso Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia