Mengenal Perdagangan Internasional: Manfaat, Faktor Pendorong, dan Teorinya

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 16 Mar 2021 23:12 WIB
Kesibukan pelayanan bongkar muat di dermaga peti kemas ekspor impor (ocean going) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dipastikan tetap berjalan maksimal di tengah persiapan menyambut kunjungan Ratu Kerajaan Denmark Margrethe II bersama suaminya, Prince Henrik , Jakarta, Kamis (15/10/2015). Ratu Margrethe II dan Price Henrik akan berkunjung ke lokasi ini pada pekan depan, Kamis (22/10). Seperti diketahui Maersk Line, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia asal Denmark saat ini menjadi pengguna utama Pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Kehadiran Ratu Denmark menunjukkan kepercayaan negara asing terhadap kualitas pelayanan pelabuhan di Indonesia. Dalam satu tahun kapasitas pelayanan bongkar muat Pelindo II mencapai 7,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Agung Pambudhy/Detikcom
Perdagangan internasional terdiri atas ekspor dan impor (Foto: agung pambudhy)
Jakarta - Perdagangan internasional adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara lainnya yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan.

Terdapat dua macam perdagangan internasional yaitu impor dan ekspor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri.

Sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Impor dan ekspor sama-sama memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Selain jenis, terdapat beberapa ciri perdagangan internasional, manfaat, faktor pendorong, dan teorinya yang dikutip dari buku berjudul Super Complete IPS SMA/MA Kelas 10-11-12 yang ditulis oleh Meity Mudikawaty, S.Pd., Utep Badrusalam. Berikut adalah penjelasannya:

Manfaat Perdagangan Internasional

1. Memperoleh devisa
2. Memperluas kesempatan kerja
3. Menstabilkan harga-harga
4. Meningkatkan kualitas konsumsi
5. Mempercepat alih teknologi
6. Spesialisasi produksi dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas barang

Perdagangan internasional tak hanya punya manfaat. Namun juga ada nilai kerugiannya.

Berikut Dampak Negatif Perdagangan Internasional

1. Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain
2. Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional
3. Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing jadi gulung tikar
4. Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju
5. Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif
6. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju

Ciri Perdagangan Internasional

1. Luas perdagangan internasional adalah seluruh dunia.
2. Alat pembayaran perdagangan internasional adalah mata uang negara asing.
3. Kualitas barang yang diperdagangkan memiliki standar internasional.
4. Transaksi perdagangan internasional dapat dilakukan tanpa tatap muka.
5. Hukum perdagangan internasional menggunakan hukum internasional.
6. Dalam urusan impor biasa dikenakan pajak, bea cukai, dan lain-lain.


Berikut sejumlah faktor yang mendorong perdagangan internasional:

1. Perbedaan Sumber Daya Alam
Setiap negara memiliki sumber daya alam yang berbeda-beda, untuk memenuhi kebutuhan sumber daya alam suatu negara yang tidak dimiliki oleh negara tersebut maka dibutuhkanlah perdagangan internasional. Misalnya negara Indonesia melakukan ekspor tekstil ke negara Jerman sedangkan negara Jerman melakukan impor mobil ke negara Indonesia.

2. Perbedaan Selera
Hal ini dilakukan karena adanya perbedaan selera konsumen. Misalnya Indonesia memiliki apel khas Malang tetapi karena masyarakat Indonesia juga menyukai apel Fuji maka dilakukanlah impor apel.

3. Penghematan Biaya Produksi (Efisiensi)
Suatu barang yang diproduksi dalam jumlah besar dapat menurunkan biaya produksi dari barang tersebut. Dengan memiliki perdagangan internasional memungkinkan suatu negara dapat memasarkan hasil produksinya lebih luas lagi ke banyak negara.

4. Perbedaan Penguasaan Teknologi
Negara yang menggunakan teknologi maju dalam proses produksinya akan menjual barang dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan negara yang menggunakan teknologi sederhana. Contohnya, Jepang mengekspor mobil ke Indonesia dengan harga yang lebih murah daripada jika Indonesia memproduksi mobil sendiri.

5. Pemenuhan kebutuhan nasional
Suatu negara kadang kala tidak bisa memenuhi semua barang dan jasa yang dibutuhkan penduduknya. Sehingga diambil langkah atau kebijakan impor barang dan jasa tersebut.

Teori Perdagangan Internasional

1. Teori Keunggulan Mutlak
Teori ini menjelaskan yaitu keunggulan spesialisasi pada produksi barang produktivitasnya tinggi dibandingkan negara lain. Negara tersebut akan memperoleh keuntungan dalam perdagangan internasional.

2. Teori Keunggulan Komparatif
Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo. Teori ini menjelaskan bahwasannya dua negara akan tetap melakukan pertukaran melalui perdagangan internasional walaupun salah satu negara memiliki semua keunggulan.


Ciri perdagangan internasional serta faktor pendorong, manfaat, dan teorinya seperti yang dipaparkan di atas. Apakah dapat dipahami oleh detikers? Jangan sampai salah memahaminya ya! (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia