Belajar Mengenai Teks Eksplanasi dan Contoh

Tim detikcom - detikEdu
Kamis, 04 Mar 2021 20:58 WIB
ilustrasi menulis surat
Ilustrasi belajar mengenai teks eksplanasi dan contoh (Foto: thinkstock)
Jakarta - Teks eksplanasi adalah teks yang isinya mengenai proses 'mengapa' serta 'bagaimana' berbagai kejadian alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lain-lainnya yang bisa terjadi.

Suatu kejadian, baik itu suatu kejadian alam, suatu kejadian sosial maupun lainnya yang terjadi di sekitar, selalu memiliki sebuah hubungan antara sebab serta akibat serta proses.

Kemudian, bagaimana cara mengetahui jika sebuah teks merupakan eksplanasi? Maka dari itu, mari detikers kenali mengenai ciri hingga struktur teks tersebut.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi


1. Informasi yang dimuat di dalam teks berdasarkan fakta atau juga disebut faktual.

2. Hal yang dibahas di dalam teks adalah fenomena yang sifatnya keilmuan atau mempunyai hubungan dengan ilmu pengetahuan.

3. Teks bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca agar mempercayai persoalan yang tengah dibahas.

4. Memakai kata penanda urutan.

5. Generik atau fokus pada hal-hal yang umum dan bukan merupakan partisipan manusia. Misalnya: gempa bumi, hujan, banjir dan lain sebagainya.

Nah, setelah mengetahui mengenai ciri-ciri dari teks ekplanasi, detikers juga perlu mengetahui tentang struktur teks ini. Ini pembahasannya:

Teks ini mempunyai struktur mulai dari pernyataan umum, kemudian urutan sebab dan akibat, lalu terakhir adalah interpretasi. Untuk lebih jelasnya, detikers bisa simak uraian berikut:

1. Pernyataan umum, isinya adalah mengenai penjelasan umum tentang fenomena yang nantinya dibahas. Ini bisa berupa pengenalan dari fenomena ataupun penjelasannya. Bagian ini dituliskan berupa gambaran umum mengenai apa, mengapa, serta bagaimana proses dari peristiwa alam dapat terjadi.

2. Deretan penjelas, yang isinya mengenai penjelasan proses tentang mengapa fenomena itu dapat terjadi dan dapat lebih dari satu paragraph. Deretan penjelas akan memberikan deskripsi serta merinci mengenai penyebab serta akibat dari bencana yang terjadi.

3. Interpretasi, yang merupakan teks penutup yang sifatnya adalah pilihan atau bukan suatu keharusan. Teks ini merupakan sebuah intisari ataupun sebuah kesimpulan dari pernyataan umum serta suatu deretan penjelas. Opsionalnya bisa seperti tanggapan ataupun kesimpulan mengenai pernyataan di dalam teks (Mahsun, 2013).


Contoh Teks Eksplanasi Mengenai Bencana Banjir

Setiap orang, hampir semuanya mengenal tentang apa itu banjir. Fenomena alam ini memang seolah sudah menjadi langganan beberapa daerah di Indonesia saat memasuki musim hujan. Pada tinjauan ilmiah, banjir adalah fenomena alam yang merupakan naiknya air ke daratan, sehingga menutup sebagian maupun seluruh wilayah itu. Pada dasarnya, banjir adalah bagian siklus hidrologi yang berlangsung secara ilmiah di bumi.

Pada proses perputaran air di dunia, kapasitas air di permukaan bumi tergantung dengan curah hujan serta kemampuan serap air tanah. Jika salah satu unsur tersebut tidak bisa untuk menjalankan peran secara baik, maka itulah yang lalu memicu terjadinya banjir jika seiring berjalannya waktu volume terus bertambah.

Secara alamiah, banjir dapat diakibatkan karena adanya hujan lokal serta propagasi limpasan di daerah hulu di dalam suatu wilayah atau suatu area tangkapan. Tapi, ada pula banjir yang sebabnya adalah ulah manusia, misalnya karena area serap air yang ada penumpukan sampah, pendangkalan wilayah di sekitar aliran sungai dan lain sebagainya.

Proses dari banjir yang terjadi dengan alamiah diawali hujan turun serta berlangsunglah presipitasi air ke permukaan tanah. Air lazimnya akan tertahan di tanah oleh akar tumbuhan ataupun organisme yang lain, kemudian dialirkan ke jalur di bawah tanah ke tempat yang lebih rendah. Kemudian, akan disampaikan ke laut dan sebagian yang lain akan mengalami penguapan secara langsung.

Hanya pada kasus banjir, air yang telah di dalam tanah tidak bisa untuk diserap dengan sempurna. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tumbuhan penghambat, dapat pula karena jenis tanah yang tidak serap air. Akibatnya, di atas tanah air masih menggenang. Jika hujan terus menerus terjadi serta air tidak bisa untuk terserap baik, genangan air akan menjadi semakin tinggi dan menyebabkan banjir.

Nah, demikian pembahasan tentang teks eksplanasi.

(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia