5 Tips Menulis Motivation Letter Beasiswa dari Ditjen Dikti

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 21 Okt 2021 19:30 WIB
beasiswa
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta - Motivation letter atau esai merupakan dokumen penting yang harus dimiliki pejuang beasiswa. Karena esai yang berisi motivasi diri ini akan menjadi syarat ketika mendaftar beasiswa.


Dengan motivation letter ini, lembaga pemberi beasiswa dapat mengetahui lebih dalam mengenai latar belakang, motivasi, cita-cita, serta kelebihan yang ada pada setiap pendaftar beasiswa.


Nah, bagaimana ya cara membuat motivation letter yang baik? berikut tips yang bisa dipelajari dikutip dari akun instagram resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi-Kemendikbud Ristek (Ditjen Dikti).


5 Tips Menulis Motivation Letter Beasiswa


1. Buat Kerangka Tulisan


Dalam setiap penulisan, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah membuat kerangka tulisan. Begitupun saat menulis motivation letter, kamu bisa siapkan kerangka tulisan guna mempermudah alur penulisan serta menjaga struktur penulisan sedari awal.


Dengan kerangka tulisan, kamu akan lebih fokus menuliskan topik yang sudah ada dan tidak keluar dari topik.


2. Pahami Latar Belakang


Sebelum mendaftar beasiswa dan menulis esai, penting bagi kamu untuk mengenali diri sendiri lebih jauh, pahami keunggulan, kekurangan, pengalaman diri, tujuan hidup, cita-cita, dan alasan ingin melanjutkan pendidikan.


Pada poin ini kamu harus fokus terhadap latar belakang yang dimiliki sehingga kamu bisa menyampaikan aspek terbaik dalam dirimu untuk dituliskan dalam esai.


3. Riset


Selain latar belakang diri, kamu juga perlu memahami tentang beasiswa yang kamu lamar, kampus yang kamu tuju dan jurusan yang kamu pilih.


Caranya, kamu bisa perbanyak riset dan ketahui karakteristik tentang kampus maupun jurusan. Tulis poin-poin penting hasil riset agar mudah dipahami.


4. Bukti Pencapaian


Menulis esai untuk beasiswa tidak hanya sekadar menyampaikan cerita terbaik dalam hidup kamu. Tetapi kamu harus menunjukkan bukti konkret atas pencapaian yang pernah kamu raih.


Misalnya prestasi atau pengalaman selama menempuh pendidikan di instansi sebelumnya.


5. Beri Informasi yang Berkaitan


Agar tidak bertele-tele, pastikan informasi yang kamu sampaikan di esai itu komprehensif dan memiliki korelasi kuat antara kemampuan serta pengalaman diri dengan program studi yang akan dituju.


Dengan begitu, kamu bisa meyakinkan pihak kampus atau pihak yang melakukan seleksi beasiswa.


Itulah 5 tips menulis motivation letter beasiswa ala Ditjen Dikti. Selamat mencoba ya detikers!

Simak Video "Sandiaga Bagikan 1.000 Beasiswa untuk Anak Pedagang Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia