Ketua DPD Minta Kriteria Penerima Beasiswa Diperluas, Ini Alasannya

Yudistira Imandiar - detikEdu
Senin, 04 Okt 2021 17:58 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: DPD RI
Jakarta - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengharapkan kriteria penerima beasiswa dapat diperluas. Menurutnya, beasiswa mestinya tak selalu diberikan kepada mereka yang berprestasi secara akademik.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara utama secara virtual 'Festival Beasiswa Nusantara, Dari Daerah untuk Indonesia'. Beasiswa, kata dia, memiliki tujuan utama meringankan biaya pendidikan.

"DPD RI ingin mengingatkan agar para pengelola beasiswa memperhatikan asas keadilan dan ketepatan sasaran penerima beasiswa," kata LaNyalla dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (4/10/2021).

Ia menuturkan dalam situasi pandemi Covid-19 cukup banyak pelajar dan mahasiswa yang terpaksa putus sekolah atau kuliah, karena ketidakmampuan membayar biaya pendidikan.

"Tidak jarang di antara mereka karena menunggak SPP selama berbulan-bulan, akhirnya memutuskan berhenti sekolah dan terpaksa harus bekerja membantu orang tua dan bahkan memutuskan menikah di usia dini," cetus LaNyalla.

Ia menganggap sudah seharusnya pengelola beasiswa berani mengambil diskresi, agar asas manfaat dari program-program tersebut lebih tepat sasaran di tengah dampak pandemi COVID-19.

Selain itu, lanjut LaNyalla, penyelenggara beasiswa sebaiknya memprioritaskan para korban bencana alam juga penting. Ia mengemukakan dalam beberapa kunjungannya ke daerah, masih banyak didapati anak-anak korban bencana alam yang menjadi yatim atau bahkan yatim piatu, belum mendapatkan akses pelayanan pendidikan yang memadai di tempat penampungan atau panti asuhan.

"Jadi, sekali lagi, selain harus mempertimbangkan asas keadilan, program beasiswa ini juga harus memperhatikan asas ketepatan sasaran. Sehingga, benar-benar memberi manfaat dan sesuai dengan amanat konstitusi yang tertulis dengan sangat jelas di dalam pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, di mana negara bertanggung jawab atas pendidikan warga negaranya," urai LaNyalla.

Ia menambahkan pemerintah sesungguhnya memiliki cukup banyak program beasiswa, baik yang berasal dari program kementerian dan lembaga, maupun program khusus yang telah dicanangkan oleh Presiden. Salah satunya program Kartu Indonesia Pintar (KIP untuk pelajar maupun mahasiswa. Ada pula beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memberikan beasiswa hingga jenjang S-3 di luar negeri. Selain itu, ada beasiswa Dikti yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik
dan dosen, juga sampai jenjang S-3.

"Tercatat pula program beasiswa yang dikelola langsung Kemendikbud, juga sampai jenjang S-3 di luar negeri. Kementerian Agama juga membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB. Begitu pula Kementerian Perindustrian melalui beasiswa pendidikan vokasi khusus garmen dan tekstil. Juga Kementerian Perdagangan untuk program Akademi Metrologi dan Instrumentasi," ulas LaNyalla.

Di sektor telekomunikasi dan cyber, Kementerian Kominfo membuka peluang beasiswa untuk mereka yang ingin mendalami bidang-bidang tersebut. LaNyalla menjabarkan pemerintah juga memberikan prioritas penerima KIP mahasiswa kepada para calon mahasiswa yang berasal dari daerah 3 T, serta mereka yang berasal dari daerah yang terimbas konflik sosial dan terkena bencana alam. Termasuk juga para calon mahasiswa yang berasal dari Papua atau Papua Barat.

Sementara itu, terkait Festival Beasiswa Nusantara, Dari Daerah untuk Indonesia, Senator asal Jawa Timur itu mengatakan kegiatan tersebut penting dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pelajar dan mahasiswa Indonesia. Apalagi, sambungnya, informasi tentang program beasiswa masih belum secara luas dapat diakses, khususnya di daerah-daerah pelosok Tanah Air.

"Sudah seharusnya DPD RI sebagai wakil daerah memiliki tanggung jawab untuk ikut melakukan penyebaran informasi, sekaligus melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan program-program tersebut," cetus LaNyalla.

Simak Video "Singgung Amendemen UUD 1945, La Nyalla Ingin DPD Diperkuat"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia