Beasiswa LPDP untuk Kader Ulama dan Kader Ulama Perempuan Masjid Istiqlal

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 15 Sep 2021 21:00 WIB
Penandatanganan MoU BPMI dan LPDP untuk penyelenggaraan pendidikan setara S2 dan S3 untuk kader ulama dan kader ulama perempuan dengan beasiswa LPDP di Masjid Istiqlal, Rabu (15/9/2021).
Penandatanganan MoU BPMI dan LPDP untuk penyelenggaraan pendidikan setara S2 dan S3 untuk kader ulama dan kader ulama perempuan di Masjid Istiqlal, Rabu (15/9/2021). Foto: Trisna Wulandari
Jakarta -

Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menggelar kerja sama penyelenggaraan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI). Peserta pendidikan terpilih akan memperoleh beasiswa LPDP dalam program Pendidikan Kader Ulama (PKU) dan Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUP) setara S2 dan S3.

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. K.H. Nasaruddin Umar mengatakan, pengkaderan ulama Masjid Istiqlal melalui PKU dan PKUP-MI penting untuk melahirkan ulama Indonesia yang moderat, nasionalis, mandiri, bervisi inklusif untuk Indonesia yang rahmatan lil 'alamin dan memperkuat keutuhan NKRI.

"Kontribusi terbesar yang akan dilahirkan adalah bagaimana menjadikan khalifah di muka bumi tidak lagi over masculine. Atas dasar itu BPMI sadar bagaimana pentingnya menggarap PKUP untuk melahirkan ulama yang memahami kesetaraan gender secara spiritual," kata Prof Nasaruddin terkait PKUP-MI dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dengan LPDP di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Penyelenggaraan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal juga bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) serta didukung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Plt. Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto mengatakan, beasiswa kader ulama dan ulama perempuan Masjid Istiqlal tersebut merupakan langkah baru yang melengkapi langkah konkret untuk mempercepat pembangunan menuju Indonesia adil, makmur, dan sejahtera yang memerhatikan perempuan dan anak.

"Ini program pertama di dunia, Indonesia sebagai negara muslim terbesar juga akan menginspirasi negara lain di dunia dan lembaga pendidikan lain di Indonesia. Jadi ini semacam gerakan, mudah-mudahan semakin banyak," kata Andin dalam acara yang sama.


Andin mengatakan, penerima beasiswa PKU dan PKUP Masjid Istiqlal akan mendapat beasiswa LPDP yang sama dengan standar beasiswa LPDP dalam negeri lainnya, temasuk living allowance.

"Jadi tidak mengurangi hak-hak mahasiswa, tetapi dibantu (dalam) mencarikan asrama, agar bisa konsentrasi belajar bersama," kata Andin.

Beasiswa LPDP S2 dan S3 Pendidikan Kader Ulama detik.com/tag/beasiswa

Prof. Nasaruddin mengatakan, pendidikan ulama dalam program PKU dan PKUP Masjid Istiqlal mencakup pendidikan formal S2 dan S3 di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta (PTIQ) untuk 100 peserta terpilih yang akan diasramakan dan menjalani kegiatan dan kurikulum segera di tahun akademik 2021-2022 ini.

Pemilihan Institut PTIQ sebagai perguruan tinggi penyelenggaran pendidikan program ini, kata Prof. Nasaruddin, di antaranya karena pengakuan masyarakat dan credit point atas kemampuan PTIQ mendidik dan melahirkan imam besar dan ulama yang mumpuni di berbagai daerah dan ibu kota.

Sebelumnya pada Senin (13/9/2021), BPMI dan Institut PTIQ menandatangani MoU (Nota Kesepahaman Bersama) tentang Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) dan Pendidikan Kader Ulama Perempuan Masjid Istiqlal (PKUP-MI) setara S2 dan S3.

Prof. Nasaruddin mengatakan, mahasiswa profram PKU dan PKUP-MI akan digodok baik di asrama dan di perguruan tinggi.

"Banyak pendidikan ulama tetapi tidak memiliki strata, S2-S3. Kita formalnya (pendidikan strata) ada, lokal keulamaannya juga ada. Jadi dinanti diasramakan, mulai jam 3-4 start kurikulum, sampai malam," kata Prof. Nasaruddin.

Ia menambahkan, penerima beasiswa juga akan diajari oleh ulama seperti Quraish Shihab, ulama dari Universitas Al Azhar Kairo, Australia, dan Harvard University. Di samping itu, mahasisiswa juga akan belajar ke ormas Islam dalam menyelesaikan persoalan keumatan, ke pondok pesantren, dalam memimpin pondoknya, dan belajar menjadi calon pimpinan serta calon imam besar.

"Terkait perspektif gender dari Harvard University. Lalu juga (pengajar) dari Eropa. Juga akan ada stadium general dari luar negeri, kunjungan ke UI, (guna) memberikan pencerahan ke mahasiswa (penerima beasiswa)," kata Prof. Nasaruddin.

"Ini kesempatan jadi ulama di luar negeri, itu akan membawa nama bangsa. Sebagai representasi umat Islam terbesar di dunia, perlu tampil di forum internasional. Nah kelemahan kita untuk tampil di forum internasional itu keterbatasan tidak pede di pendalaman di Timur Tengah. Sekarang ini, kita akan mengombinasikan perspektif ketimuran dan western sehingga kombinasi timur barat muaranya di Indonesia. Jadi ada sintensa yang sangat simetris, ini diperlukan di masa depan," imbuhnya.

Prof. Nasaruddin menambahkan, penerima beasiswa juga akan difasilitasi dengan akses perpustakaan Universitas Al Azhar dan kampus-kampus di Amerika melalui Kedubes RI di Mesir dan Amerika, serta perpustakaan perguruan tinggi dalam negeri.

"Karena ini yang perdana, terima kasih pada LPDP karena punya kepekaan apa yang dibutuhkan bangsa. Apa jadinya kalau pemimpin umat tidak profesional, tidak berwawasan luas, mendasar, dan mendalam," lanjutnya.

Selanjutnya kualifikasi penerima beasiswa LPDP PKU & PKUP - MI>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia