Pssst.. Ini Bocoran Kunci agar Lulus Beasiswa LPDP, Perlu LoA Ngga Ya?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 13 Mei 2021 13:00 WIB
beasiswa
Bocoran kunci lulus beasiswa LPDP (Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)
Jakarta - Pendaftaran beasiswa LPDP 2021 dibuka mulai 8 Mei 2021 di tengah pandemi Covid-19. Semua seleksi dilaksanakan secara online sesuai protokol kesehatan.

Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Larso menuturkan, kendati pelaksanaan beasiswa LPDP tahun ini baru berjalan bulan Mei, LPDP masih optimis untuk mengakomodasi keperluan masuk kuliah awardee yang mulai berkuliah pada Agustus dan September 2021.

"Kami lakukan yang terbaik untuk itu," katanya dalam siaran seri Beasiswa LPDP 2021 di kanal Youtube LPDP RI, Selasa (11/5).

Dwi menuturkan, kunci mendasar lulus beasiswa LPDP pertama yakni lolos syarat administrasi mulai dari umur hingga Indeks Prestasi. Kunci kedua yakni kemampuan berjejaring di level global dengan bahasa Inggris.

"Di indonesia pun dituntut kemampuan bahasa Inggris tertentu, ada skor tertentu, bisa menulis dan mendengar minimal menggunakan bahasa Inggris," kata Dwi.

Ia menambahkan, kunci ketiga yakni kemampuan akademik unggul dilihat dari tes bakat skolastik dan penerimaan di universitas. Adapun kunci keempat yakni cinta tanah air, dan kunci kelima yaitu punya kepemimpinan.

"Tidak harus (memimpin) di depan, tapi yang penting adalah punya kepercayaan diri kuat untuk mengubah sesuatu untuk kebaikan, melakukan perubahan untuk kebaikan, memberikan rahmat bagi bangsanya. Itu kualitas yang kita cari; percaya diri, kreativitas, resilient, tekun. Itu akan kita lihat di substansi kepemimpinan," kata Dwi.

Ia menambahkan, tahun ini ada perbaikan teknis dengan adanya wawancara tertulis dan tes tertulis untuk tes bakat skolastik beasiswa PTUD.

"Secara esensi sama, dari dulu mencari yang punya (awardee) yang cinta tanah air, punya kepemimpinan, dan akademik unggul, dan bisa menjadi warga dunia dengan kemampuan bahasa Inggris," jelasnya.

Perihal wawancara, Dwi mengatakan, akan ada perbaikan dari masukan di pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk soal interviewer dan instrumennya.

Ia menambahkan, pelaksanaan wawancara akan dilakukan secara profesional oleh lembaga profesional psikolog dan akademisi untuk interview substansi kebangsaan.

"Khusus beasiswa kewirausahaan, juga wirausaha akan ikut interview karena lebih tajam dalam mencari putra-putri terbaik yang punya sifat kewirausaahaan tinggi agar sukses dan kembali mengabdi sebagai wirausaha dan membantu pendidikan tinggi dalam hal mengembangkan kewirausahaan," jelasnya.

Perihal pendaftaran beasiswa LPDP 2021, Dwi menuturkan, pendaftar beasiswa LPDP dapat memilih prodi apa saja pada universitas yang terdapat dalam daftar perguruan tinggi tujuan LPDP.

"Beasiswa LPDP bukan by subject (prodi). (Kalau prodi tidak muncul di list pendaftaran tidak apa-apa) yang penting prodinya ada di universitas tersebut. Kecuali prodinya baru saja muncul ya (baru didirikan). Selama ada prodinya, dan misalnya anda diterima, pilih saja," jelas Dwi.

Ia menekankan, beasiswa LPDP tidak membiayai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S2 atau S3 atau ongoing. Di samping itu, LPDP juga tidak tidak membiayai mahasiswa yang sudah pernah menempuh pendidikan S2 di sebuah jurusan untuk studi S2 lagi di jurusan lain.

"Di aturan kita (LPDP) tidak boleh double (program) master," kata Dwi.

Dwi mengatakan, kandidat yang sudah punya LoA Unconditional dan yang belum punya dari kampus tujuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat beasiswa LPDP. Kandidat yang sudah lolos seleksi beasiswa LPDP diberi maksimal 18 bulan untuk mendapat LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan.

Ia menggarisbawahi, seleksi yang dijalankan tidak terkait dengan kepemilikan LoA saat itu. "Tapi (bagi kandidat) yang punya, kalau diterima, kemungkinan berangkat (ke kampus tujuan) lebih besar karena sudah diterima (di kampus tersebut). Itu saja kelebihannya," kata Dwi.

Perihal beasiswa Co-Funding, Dwi menuturkan, pendaftar juga tidak mendapat prioritas diterima sebagai LPDP awardee. "Semua berdasar seleksi saja, dan seleksi tidak mengenal (program beasiswa LPDP) Co Funding atau bukan," kata Dwi.

Ia menambahkan, beasiswa Co-Funding sedang didiskusikan untuk dilaksanakan bersama BUMN. "Saat ini (pegawai BUMN) bisa pakai bisa pakai jalur reguler, tetapi harus ada izin (kuliah) dari BUMN-nya," kata Dwi.

Dwi mengatakan, LPDP menganjurkan kandidat yang dapat masuk Beasiswa Targeted dan Beasiswa Afirmasi untuk mendaftar pada program tersebut.

"Boleh masuk PTUD, namun bar-nya lebih tinggi karena masuk perguruan tingginya sulit. Bar beasiswa umum lebih tinggi daripada (Beasiswa) Targeted. Dan Beasiswa Afirmasi lebih besar aksesnya (untuk lulus), dan diberikan pengayaan bahasa, bimbingan pencarian sekolah terbaik, dan lainnya. Sesuaikan dengan kemampuan, sayang sekali kalau (sudah lulus Beasiswa LPDP tetapi) tidak dapat LoA," kata Dwi.

Kepala Divisi Seleksi Beasiswa LPDP menuturkan, tidak ada batasan mengulang pendaftaran LPDP.

"Sekali gagal, bisa mendaftar berikutnya. Kalau gagal di (seleksi) administrasi, gelombang berikutnya bisa mendaftar. Tetapi bila di wawancara, baru tahun depannya bisa mendaftar," jelasnya.

Dwi menuturkan, pendaftaran Beasiswa Afirmasi sangat dianjurkan, termasuk Beasiswa Prasejahtera dan Beasiswa Kelompok Berkebutuhan Khusus/Difabel.

"Kalau Anda berkompeten dan punya semangat maju, kami (LPDP akan) hadir. Kalau (nilai kecakapan bahasa Inggris) kurang-kurang dikit untuk dapat LoA, kami bantu pengayaan bahasa, dan masih bisa pindah juga ke kampus lainnya, bisa diarahkan," kata Dwi.

Kita butuh kaum terdidik untuk berkarya di Indonesia

Dwi menuturkan, para penerima beasiswa LPDP setelah lulus pendidikan punya kewajiban kembali ke tanah air untuk mengabdi di dalam negeri.

"Kita butuh kaum terdidik untuk berkarya di Indonesia. Kalau sudah banyak (kaum terdidik), kita mungkin akan banyak diaspora di luar negeri, dan akan kita bolehkan berkarya di luar negeri," terangnya.

Di sisi lain, LPDP juga mengizinkan awardee menjalankan pengabdian di luar negeri sesuai misi bangsa dan kepentingan yang membawa manfaat bagi bangsa Indonesia.

"Itu aturan di LPDP saat ini. Misalkan Anda bekerja di United Nation, menjalankan misi bangsa, atau ada di lembaga-lembaga internasional lain, itu akan dibolehkan, tetapi dengan izin dari LPDP. Kita tidak menutup itu karena pada akhirnya kita ingin memajukan bangsa dengan berbagai pengalaman di luar negeri dan segala macam," tutur Dwi.

Sedang siap-siap apply beasiswa LPDP 2021 yang mana, detikers? Apapun programnya, semangat berjuang, ya!

Simak Video "Nadiem Berharap Penerima LPDP Kembali Ke Tanah Air Usai Studi"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia