detikBali

Maldini Bongkar Guardiola Nyaris Latih Italia, Bahkan Sudah Susun Formasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Maldini Bongkar Guardiola Nyaris Latih Italia, Bahkan Sudah Susun Formasi


Okdwitya Karina Sari - detikBali

MANCHESTER, ENGLAND - MAY 24: Pep Guardiola, Manager of Manchester City, reacts as a montage of his time at Manchester City is played on the LED screen inside the stadium following the Premier League match between Manchester City and Aston Villa at the Etihad Stadium on May 24, 2026 in Manchester, England. (Photo by Carl Recine/Getty Images)
Pep Guardiola. (Foto: Getty Images/Carl Recine)
Denpasar -

Pep Guardiola nyaris menjadi pelatih Timnas Italia. Bahkan, pelatih asal Spanyol itu disebut sudah mulai menyusun formasi sebelum akhirnya menolak tawaran FIGC karena kelelahan.

Mantan Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini mengungkap kisah di balik kegagalan tersebut. Guardiola disebut sangat tertarik melatih Gli Azzurri setelah meninggalkan Manchester City.

"Dia sangat tertarik. Dia sudah hampir menerimanya. Dia bahkan mulai menulis formasi di selembar kertas."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maldini mengungkap, dirinya bersama FIGC bahkan mengunjungi Guardiola di Barcelona. Mereka makan siang bersama dan berbicara sepanjang hari untuk membahas kemungkinan Guardiola menangani Timnas Italia.

ADVERTISEMENT

"Dia sempat menyampaikan keinginannya untuk melatih tim nasional kepada beberapa temannya. Kami mengunjunginya di Barcelona, kami makan siang bareng, kami bicara sepanjang hari," ujar Maldini kepada Corriere della Sera.

Guardiola menjadi buruan utama FIGC setelah Timnas Italia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Kegagalan tersebut menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun bagi Italia di turnamen bola sejagat.

Guardiola saat itu tersedia setelah menutup era 10 tahun bersama Manchester City. Namun, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut akhirnya memilih beristirahat secara fisik dan mental.

Maldini menyebut kelelahan menjadi alasan utama Guardiola menolak tawaran FIGC.

"Karena kelelahan," ungkap mantan bek sekaligus pemain legendaris AC Milan itu kepada Corriere della Sera."

"Guardiola itu kan baru saja menyudahi 10 tahun yang sangat melelahkan di Premier League. Dia sempat menjalani operasi punggung. Dia ingin istirahat."

Maldini mengatakan pembicaraan dengan Guardiola ketika itu berlangsung sangat serius. FIGC bahkan sudah mempelajari skuad Italia dari kelompok usia muda hingga senior.

"Namun, ketika itu ada sebuah pembicaraan yang sangat serius, kami mempelajari skuadnya, dari u-17 sampai atas... Jadi kami berlanjut ke Andrea. (Presiden FIGC Giovanni-red) Malago tahu kok, kami terus memberi informasi kepada dia selangkah demi selangkah," Paolo Maldini menjelaskan.

Selain Guardiola, Maldini juga sempat mendekati Carlo Ancelotti. Namun, Ancelotti menolak tawaran tersebut karena menghormati kontraknya dengan Timnas Brasil.

FIGC kemudian mendekati mantan pelatih Juventus, Andrea Pirlo. Kerja sama itu nyaris terjalin sebelum FIGC mundur lantaran Pirlo menjadi duta perusahaan taruhan olahraga Rusia. Hal tersebut membuat Maldini mundur bersama Leonardo, direktur FIGC lainnya.

Pada prosesnya, FIGC akhirnya menunjuk Roberto Mancini, mantan pelatih Inter Milan, Lazio, dan Manchester City. Ini menjadi periode kedua Mancini melatih Gli Azzurri setelah 2008-2013. Sebelumnya, dia mempersembahkan trofi Piala Eropa 2020.

Maldini juga menegaskan persoalan bayaran bukan alasan Guardiola menolak tawaran FIGC. Laporan yang beredar di Italia menyebut Guardiola meminta bayaran 20 juta euro per musim.

"Jelas bukan. Uang tidak pernah jadi masalah. Pep bilang dengan jelas kepada kami: Beri aku satu euro lebih sedikit daripada yang didapat pelatih sebelumnya dan aku tidak masalah," kata Maldini.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads