detikBali

Arsenal Unggul 9 Poin, Arteta: Tak Berarti Apa-apa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Arsenal Unggul 9 Poin, Arteta: Tak Berarti Apa-apa


Adhi Prasetya - detikBali

LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 07: Viktor Gyoekeres of Arsenal celebrates scoring his teams second goal during the Premier League match between Arsenal and Sunderland at Emirates Stadium on February 07, 2026 in London, England. (Photo by Justin Setterfield/Getty Images)
Foto: Selebrasi Viktor Gyoekeres saat mencetak gol ke gawang Sunderland. (Getty Images/Justin Setterfield)
Bali -

Arsenal makin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan sembilan poin dari pesaing terdekat, Manchester City. Namun, pelatih Arsenal Mikel Arteta menganggap keunggulan itu belum berarti apa-apa.

Mengutip detikSport, kemenangan 3-0 atas Sunderland di London pada Sabtu (7/2/2026) kemarin membuat The Gunners kini sudah mengumpulkan 56 poin dari 25 laga. Pada hari yang sama, salah satu pesaing terdekat, yakni Aston Villa justru ditahan 1-1 oleh Bournemouth.

Akibatnya, Villa kini menempati posisi tiga dengan 47 poin, sama dengan Manchester City di urutan kedua yang memiliki tabungan laga melawan Liverpool. Meski begitu, bisa saja situasi terkini memberikan tekanan tambahan pada The Citizens saat bertamu ke Anfield.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Arteta tak mau ambil pusing. Saat ditanya apa makna keunggulan sembilan poin bagi Arsenal dalam situasi saat ini, juru taktik asal Spanyol itu dengan tenang menjawab, "Tak berarti apa-apa."

ADVERTISEMENT

"Kami masih harus memenangkan banyak pertandingan untuk mencapai target kami, jadi jangan fokus pada itu (keunggulan sembilan poin), itu hal lain."

"Kami sudah menyelesaikan tugas kami, kami sudah melakukan apa yang harus kami lakukan (menekuk Sunderland). Mari evaluasi, coba perbaiki, dan bersiap untuk pertandingan melawan Brentford (hari Jumat dini hari WIB)," tegas Arteta, dikutip ESPN.

Perkataan Arteta diyakini mengacu pada pengalaman pahit di musim 2022-23. Arsenal sempat unggul delapan poin dari City di klasemen pada awal April, namun ketika kompetisi berakhir pada Mei, mereka melorot ke posisi dua dengan selisih lima poin.

Arsenal terakhir kali menjadi juara Liga Inggris pada 2004, saat masih dilatih Arsene Wenger. Dalam tiga musim sebelum ini, mereka selalu finis sebagai runner-up di bawah asuhan Arteta.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads