Warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memblokade Jalan Lintas Tente-Parado. Ruas jalan provinsi itu ditutup lantaran warga tak terima Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sakuru, Serka Sulaiman, dimutasi.
Foto dan video yang beredar di media sosial (medsos) Facebook memperlihatkan warga menutup ruas jalan provinsi tersebut menggunakan batang bambu yang dipalang melintang. Sejumlah motor juga diparkir di tengah jalan hingga sempat mengganggu arus lalu lintas.
"Aksi (blokade jalan) tadi pagi itu," kata salah satu warga Desa Sakuru, Wahidin (40), saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (18/10/2026).
Wahidin mengungkapkan tindakan penutupan jalan itu sebagai bentuk protes warga yang mendengar Serka Sulaiman akan dimutasi atau dipindahkan ke tempat tugas yang baru.
Menurut Wahidin, mayoritas warga Desa Sakuru tidak menerima Serka Sulaiman dipindahkan. Sebab, selama ini sosoknya dikenal sangat baik.
Selain itu, sejak Serka Sulaiman menjadi babinsa, Desa Sakuru menjadi aman dan kasus-kasus kriminalitas mampu diminimalisasi.
"Sejak kehadiran Pak Serka Sulaiman, kenakalan remaja bahkan peredaran narkoba makin berkurang. Kinerja beliau menjadi Babinsa Sakuru sangat tegas, terutama membina generasi muda," ungkap Wahidin.
"Oleh karena itu warga tidak rela dan menolak beliau dipindahkan ke tempat lain. Beliau adalah babinsa terbaik yang dicintai warga Desa Sakuru," sambung Wahidin.
Simak Video "Video: Kronologi Kantor Tambang Nikel di Morowali Dibakar Warga"
(iws/iws)