detikBali

Unram-Kemendiktisaintek Sulap Limbah Jadi Ekonomi Hijau di Lombok Utara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Unram-Kemendiktisaintek Sulap Limbah Jadi Ekonomi Hijau di Lombok Utara


Ahmad Viqi - detikBali

Tim Pengabdian Unram bekerja sama dengan program BIMA Kemendiktisaintek saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Andalan.
Foto: Tim Pengabdian Unram bekerja sama dengan program BIMA Kemendiktisaintek saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Andalan. (Istimewa)
Mataram -

Sampah dan limbah pertanian yang biasanya cuma dibakar atau dibuang sembarangan di Desa Andalan, Kabupaten Lombok Utara, kini disulap jadi ladang cuan dan dorongan ekonomi hijau. Transformasi ini dimotori oleh Tim Pengabdian Universitas Mataram (Unram) melalui program BIMA Kemendiktisaintek.

Lewat pendekatan Community Action Planning (CAP), akademisi Unram merangkul pemerintah desa, Karang Taruna Muda Berkarya, kelompok tani, hingga mahasiswa KKN untuk membedah masalah limbah dan menggenjot potensi pangan lokal.

"Masyarakat diajak langsung mempraktikkan learning by doing pembuatan pupuk kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL) memanfaatkan sampah organik yang melimpah," ujar Ketua Tim Unram, Prof. Ir. Suwardji, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berhenti di aksi praktis pembuatan kompos dan gerakan bersih desa, benteng kelestarian lingkungan Desa Andalan disempurnakan lewat penyusunan draft awig-awig regulasi berbasis kearifan lokal yang mengatur pemilahan sampah hingga aksi gotong royong.

ADVERTISEMENT

Bukan cuma urusan sampah, geliat ekonomi warga juga digencarkan lewat dapur Kelompok Wanita Tani (KWT) Keluarga Sejahtera. Komoditas mentah seperti singkong dan pisang yang mulanya bernilai jual rendah, kini diolah menjadi keripik renyah dan poteng khas yang menguntungkan.

Guna mendongkrak daya saing pasar, tim Unram terjun langsung memberikan pendampingan komprehensif dari hulu ke hilir.

"Kami memberikan pelatihan higienitas, sanitasi, dan penataan ruang produksi. Serta tim mendampingi pembuatan merek dagang, desain label kekinian, hingga penataan kemasan agar memikat konsumen," jelas Suwardji.

Mahasiswa KKN Unram turut membekali para ibu KWT dengan pelatihan strategi pemasaran digital maupun konvensional, penentuan harga jual, hingga pencatatan cash flow (arus kas). Tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan produksi secara simbolis untuk menunjang keberlanjutan bisnis UMKM tersebut.

Suwardji menegaskan kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah desa, pemuda, dan kelompok wanita tani ini membuktikan bahwa kelestarian lingkungan serta pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan.

"Lewat dukungan Kemendiktisaintek, Desa Andalan kini tak sekadar mengolah limbah, tetapi juga sukses mencetak peluang ekonomi baru dari potensi lokalnya sendiri," tegasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE