detikBali

Rinca Ranca Festival: Panggung Anak-anak untuk Berekspresi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Rinca Ranca Festival: Panggung Anak-anak untuk Berekspresi


Sui Suadnyana, Yurgo Purab - detikBali

Anak-anak mementaskan gelu katek, permainan tebak-tebakan perempuan dalam Rinca Ranca Festival Budaya Anak Flores Timur di Asam Satu Beach, Minggu (10/5/2026). (Yurgo Purab/detikBali)
Foto: Anak-anak mementaskan gelu katek, permainan tebak-tebakan perempuan dalam Rinca Ranca Festival Budaya Anak Flores Timur di Asam Satu Beach, Minggu (10/5/2026). (Yurgo Purab/detikBali)
Flores Timur -

Taman Baca Masyarakat (TBM) Solita berkolaborasi dengan Dana Indonesiana menyelenggarakan Rinca Ranca Festival Budaya Anak Flores Timur di Pantai Asam Satu Beach, Minggu (10/5/2026). Festival ini diadakan mengingat pentingnya pelestarian budaya lokal yang diturunkan dan dituturkan kepada generasi muda Flores Timur.

Ketua Taman Baca Solita, Yohana Angela Uran, mengatakan anak-anak dalam kegiatan budaya, tidak cukup hanya sebagai penonton atau pelengkap acara orang dewasa. "Anak-anak perlu diberikan panggung tersendiri, ruang aman untuk berekspresi," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rinca Ranca Festival Budaya Anak Flores Timur bertujuan mengenalkan, melestarikan, dan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Lamaholot sejak dini, termasuk membangun rasa bangga, percaya diri, kreativitas dan memperkuat identitas budaya Lamaholot pada anak-anak.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Flores Timur, Felix Suban Goda, mengatakan Rinca Ranca Festival Budaya Anak Flores Timur sebagai medan pemaparan bahasa, budaya, dan tradisi.

ADVERTISEMENT

"Dengan demikian, anak-anak kita dapat memperoleh tidak hanya di lembaga pendidikan, tetapi di masing-masing wilayah. Yang pada gilirannya untuk membuat anak kita memperolehnya. Anak kita mempunyai bekal untuk hidup dan kehidupannya. Secara kelokalan kita punya bahasa daerah mesti harus dilestarikan," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Flores Timur, Hery Lamawuran, berharap makin banyak tumbuh festival dengan karakter dan fokus yang spesifik sehingga memperkaya acara-acara di Flores Timur.

Hery juga menyinggung soal Rinca Ranca Festival Budaya Anak Flores Timur yang diselenggarakan kelompok taman baca. "Inisiatif kelompok, komunitas seperti inilah yang kami harapkan terus tumbuh dalam membantu pemerintah menciptakan ekosistem seni dan iklim wisata yang baik di Flores Timur," imbuhnya.

Festival anak, jelas Hery, harus menyasar objek pemajuan kebudayaan, seperti seni, tradisi lisan (pantun), permainan rakyat yang tentu sangat berarti bagi regenerasi kebudayaan sejak usia dini.

"Kegiatan anak-anak yang terjadi di ruang publik dalam hal ini di destinasi wisata Asam Satu punya arti penting dalam mewujudkan destinasi bukan hanya sebagai tempat rekreasi dan hiburan, melainkan juga sebagai kantong kreativitas," jelas Hery.




(iws/iws)










Hide Ads