detikBali

Kenaikan Pangkat Guru SMP Sabu Raijua Peluk-Cium Siswa Ditunda Setahun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kenaikan Pangkat Guru SMP Sabu Raijua Peluk-Cium Siswa Ditunda Setahun


Simon Selly - detikBali

Logo OSIS SMP
Ilustrasi SMP.
Sabu Raijua -

Dinas Pendidikan (Disdik) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjatuhkan sanksi penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun kepada Rusly Lingu Djara (34). Guru SMP Negeri 2 Sabu Timur itu dihukum setelah video dirinya memeluk dan mencium siswa di ruang kelas viral di media sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Sabu Raijua Yoel Riwu mengatakan sanksi dijatuhkan setelah tim dari Disdik melakukan peninjauan dan memeriksa sejumlah pihak, termasuk Rusly.

"Setelah tim khusus bekerja dan mengumpulkan sejumlah keterangan termasuk memeriksan dan meminta keterangan dari guru Rusly, maka kami dinas memutuskan dan menjatuhkan sanki disiplin kepada guru Rusly berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun," ujar Yoel Riwu, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yoel, sanksi tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

ADVERTISEMENT

"Saksi hukuman disiplin bagi guru Rusly, sesuai Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil Pasal 7 angka 3 huruf b," jelasnya.

Yoel menilai tindakan Rusly tidak wajar karena membuat konten video yang memperlihatkan dirinya memeluk dan mencium siswa laki-laki di dalam ruang kelas.

"Pelanggaran dan tindakan yang dilakukan guru Rusly dianggap sangat tidak wajar, dengan membuat konten video menciumi dan memeluk erat siswa laki-laki di dalam ruang kelas," lanjut dia.

Meski demikian, Yoel menyebut tidak ada laporan dari orang tua siswa terkait peristiwa tersebut.

"Tidak ada laporan dari orang tua. Tapi perbuatan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang guru," kata Yoel.

Yoel menambahkan, Rusly merupakan guru berstatus PNS yang mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Beliau guru IPA," lanjut Yoel.

Pengakuan Rusly

Rusly mengaku kaget saat melihat videonya viral di media sosial dan menilai unggahan tersebut menggambarkan dirinya secara tidak tepat.

"Awal lihat postingan di Instagram terus terang beta (saya) kaget, karena video itu viral dan dikatai tidak benar," kata Rusly melalui sambungan telepon, Rabu (4/6/2026).

Ia mengatakan video itu direkam setelah jam belajar selesai dan salah satu siswa di dalamnya merupakan anak angkatnya.

"Saya dekat sekali dengan anak-anak itu, karena saya ini pembina OSIS, karena saya dengan anak-anak biasa buat rantangan cari dana OSIS dan mereka biasa ke rumah saya juga," pungkasnya.

Rusly juga menegaskan tidak pernah menyebut tindakan dalam video tersebut sebagai bagian dari adat atau budaya setempat.

"Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau mau datang ke rumah saya maka harus ada izin dari orang tua. Beta tidak pernah bilang apa yang Beta buat itu adat sabu," tambah dia.




(dpw/dpw)










Hide Ads
LIVE