Satu korban longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia, Jumat (23/1/2026). Korban diketahui bernama Albina Ria (49 thn), ibu dari tiga korban lainnya.
Albina adalah salah satu korban luka yang sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa hingga menghembuskan napas terakhirnya di fasilitas kesehatan tersebut. Albina dan anaknya, Apri Nikolaus Aca (3), dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Sementara dua korban lainnya masih tertimbun material longsor bersama rumah yang mereka tempati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Albina Ria dinyatakan meninggal," kata Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, dalam keterangan tertulis, Jumat malam.
Pencarian Berlanjut Hari Ini
Tarsisius memimpin langsung pencarian dua korban tertimbun material longsor pada Jumat (23/1/2026). Hingga sore, dua korban belum berhasil ditemukan. Pencarian dilanjutkan Sabtu (24/1/2026).
Cuaca buruk menghambat pencarian korban. Hujan yang melanda wilayah Kecamatan Lamba Leda masih intensitas tinggi, dan adanya potensi longsor susulan menghambat proses pencarian korban.
"Pencarian akan kita lanjutkan esok, semoga kondisi cuaca akan lebih baik sehingga upaya pencarian bisa lebih maksimal. Besar harapan besok korban yan tertimbun akan kita temukan," kata Tarsisius.
Pencarian korban hari ini melibatkan unsur TNI, Polri, tim dari Brimob Kompi 2 Batalion B Pelopor Manggarai, Tim Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Manggarai Timur, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda, dan masyarakat.
Dinas Kesehatan Manggarai Timur telah membuka posko kesehatan di Pustu Goreng Meni untuk melayani korban terdampak bencana. Terdapat sejumlah tenaga kesehatan dan obat-obatan di posko yang dibuka sejak Jumat (23/1/2026).
Logistik yang telah diturunkan di lokasi bencana oleh Dinas Sosial (Dinsos) Manggarai Timur, yakni 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan dan peralatan tidur.
Selain itu juga telah dibuka posko bencana yang terpusat di Dinsos Manggarai Timur. Posko ini menerima berbagai bentuk sumbangan dari ASN dan masyarakat untuk korban bencana.
Membutuhkan Alat Berat
Evakuasi korban membutuhkan alat berat karena material longsor berupa batu-batu besar, pohon, dan tanah. Material tersebut menimbun kedua korban bersama rumah yang mereka tempati. Namun, alat berat yang diharapkan untuk proses evakuasi belum juga tiba di lokasi.
"Alat berat dalam perjalanan tapi tadi tidak bisa dihubungi karena tidak ada jaringan," kata Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Buru Lana, seusai meninjau lokasi bencana, Jumat malam.
Vitalis meninggalkan lokasi bencana sekitar pukul 19.00 Wita. Ia menyebut rumah yang ditempati korban sudah tertimbun material longsor. Dua korban berada di bawah timbunan material longsor di dalam rumah tersebut.
Menurut dia, pencarian korban belum membuahkan hasil karena masih menggunakan peralatan sederhana. "Pake sekop," ujar Vitalis.
Ia menambahkan, pencarian dengan alat berat kemungkinan bisa dilakukan mulai Sabtu pagi. Selain itu, tim SAR gabungan juga telah tiba di lokasi untuk membantu proses pencarian korban.
Ratusan Keluarga Mengungsi
Diketahui, terdapat empat korban longsor di Kampung Tuwa. Mereka merupakan satu keluarga, yakni Albina Ria dan tiga anaknya. Albina dan anak laki-lakinya yang berusia tiga tahun, Apri Nikalaus Acan, dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa. Namun, Albina akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, dua anak perempuan Albina, Theresia Resem dan Yustina Mira, masih tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.
Selain korban, ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan mengungsi ke rumah-rumah warga di kampung terdekat. Sebagian lainnya mengungsi di Kapela Stasi Meni.
(hsa/hsa)










































