Bidan bernama Yustina Gunu Leton (26) yang bertugas di Desa Adabang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tutup usia hari ini, Kamis (22/1/2026). Ia mengalami lakalantas saat menolong ibu hamil dengan posisi bayi sungsang.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Minggu malam (18/1/2026) di ruas jalan jurusan Adabang-Watowara, tepatnya di Weragatek, Desa Watowara, Kecamatan Titehena. Saat itu, Bidan Yustina bersama ibu hamil menumpang sebuah mobil angkutan umum untuk menuju fasilitas kesehatan karena kondisi persalinan sudah mendesak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun nahas, mobil yang membawa tujuh penumpang tersebut terbalik di jalan menikung. Sang ibu hamil berhasil diselamatkan, sementara Bidan Yustina mengalami luka berat dan sempat dirawat intensif di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka selama dua hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Flores Timur, Joria Parmin mengatakan, Bidan Yustina sosok bekerja tidak mengenal waktu. Ia wafat saat menjalankan tugas mulia.
"Meninggalkan luka karena mobil yang ditumpangi, dikendarai oleh sopir yang dalam keadaan mabuk," kata Joria kepada detikBali, Kamis (22/1/2026).
Joria mengatakan, bidan dan ibu hamil di desa terpaksa menumpang mobil tersebut karena ibu hamil sudah waktunya akan melahirkan. Sedangkan bidan tidak boleh telat tiba di Puskesmas Lato.
"Kami memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan tanpa batas. Konon katanya bidan (Yustina) sedang menyuap anaknya, namun karena harus siaga menolong pasien. Dia tinggalkan anaknya dan segera menjemput ibu hamil, rupanya itu adalah suapan terakhir dari ibu kepada putra semata wayangnya," kisah Joria.
Ketua IBI Cabang Flores Timur itu menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan bidan Flores Timur. "Kami memberikan dukungan kepada keluarga, suami dan anak yang ditinggal, memang berat, semoga waktu yang akan menyembuhkan luka," tandasnya.
Sebelumnya, sebuah mobil angkutan umum mengalami kecelakaan di jalan jurusan Adabang-Watowara, tepatnya di area Weragatek, Desa Watowara, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Minggu malam (18/1/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka berat dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hendrikus Fernandez Larantuka.
Kasat Lantas Polres Flores Timur, Iptu Gusti Komang Astina, mengatakan kecelakaan berawal saat sopir berinisial AOT mengemudikan mobil angkutan umum dengan tulisan di samping bodi 'Sayang Beta', berwarna hitam, bernomor polisi EB 1329 C. Kendaraan itu melaju dari arah Adabang menuju Watowara dengan membawa tujuh penumpang.
Astina menjelaskan, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi karena membawa seorang ibu hamil yang hendak melahirkan serta seorang bidan desa.
"Sesampainya di TKP jalan menikung pengendara mobil tidak dapat mengendalikan laju kendaraan sehingga mobil pun berguling," kata Komang Astina kepada detikBali, Senin sore (19/1/2026).
Astina mengungkapkan, tujuh penumpang tersebut terdiri dari sopir berinisial AOT serta penumpang berinisial MRSA, S, VW, BSM, M, LW, dan Y.
"Pasien luka berat yakni Y dan VW," tandasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima detikBali, bidan yang hendak menolong pasien ibu hamil yang sedang partus juga mengalami luka berat. Bidan tersebut harus mendapatkan perawatan serius dan menjalani transfusi beberapa kantong darah.
(nor/nor)










































