21 Perempuan di Kupang Meninggal gegara Kanker Serviks Sepanjang 2023-2024

Simon Selly - detikBali
Jumat, 28 Nov 2025 23:15 WIB
Ilustrasi Kanker Serviks. Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto
Kupang -

Sebanyak 21 perempuan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal akibat kanker serviks atau kanker leher rahim sepanjang 2023-2024. Angka kematian ini menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk memperkuat upaya pencegahan lewat vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyampaikan data tersebut saat meluncurkan program vaksinasi HPV gratis bagi perempuan usia produktif. Ia menegaskan vaksinasi HPV bukan sekadar program rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan nyawa perempuan Kupang.

"Hari ini kita tidak sekadar menjalankan agenda program, tetapi menghadirkan langkah nyata untuk menjaga hidup keluarga dan martabat perempuan di Kota Kupang," ujar Serena, Jumat (28/11/2025).

Menurut Serena, kanker leher rahim merupakan salah satu kanker paling mematikan bagi perempuan di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, hampir 2.000 perempuan di NTT terdiagnosis kanker serviks dan lebih dari 100 di antaranya meninggal dunia.

"Untuk Kota Kupang sendiri, tercatat 17 kasus pada 2023 dan 4 kasus pada 2024. Angka yang harus menjadi alarm penting untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini," katanya.

Politikus Gerindra ini menjelaskan, intervensi vaksin HPV bagian dari rangkaian penguatan perlindungan perempuan melalui berbagai program pemerintah. Termasuk Program Ina Kasih, yang sebelumnya telah diluncurkan untuk mendukung kesehatan reproduksi perempuan prasejahtera melalui penyediaan pembalut gratis secara berkala.

"Ina Kasih dan vaksin HPV adalah dua langkah besar investasi masa depan. Kami sedang melindungi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, masyarakat, dan masa depan kota kasih," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati menjelaskan vaksin HPV merupakan rekomendasi WHO sebagai metode pencegahan paling efektif terhadap kanker serviks. "Sejak tahun 2024, Pemerintah Kota Kupang telah memulai deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA dan IVA," kata Retno.

Lanjut dia, dari total 656 perempuan yang telah diskrining, 628 dinyatakan negatif dan kini menjadi sasaran utama vaksinasi. "Pada tahap awal launching, 50 perempuan menerima vaksin secara simbolis dari total sasaran 150 perempuan usia 15-69 tahun, dengan pemberian tiga dosis yang akan berlangsung hingga tahun 2025," jelas Retno.

Untuk diketahui, kegiatan launching program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) secara gratis berlangsung di RSUD S. K. Lerik, Kupang dan diresmikan secara langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.



Simak Video "Video Ketua Komnas KIPI: Kanker Serviks Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork