Penyelundupan 2.250 Liter Minyak Tanah ke Bima, Kapten-ABK Ditangkap

Faruk Nickyrawi - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 12:02 WIB
Empat orang dari kapten kapal hingga ABK ditangkap Polres Bima Kota terkait penyelundupan 2.250 liter minyak tanah bersubsidi dari NTT ke wilayah Bima, NTB.
Empat orang dari kapten kapal hingga ABK ditangkap Polres Bima Kota terkait penyelundupan 2.250 liter minyak tanah bersubsidi dari NTT ke wilayah Bima, NTB. (Foto: Istimewa)
Bima -

Polres Bima Kota gagalkan penyelundupan 2.250 liter minyak tanah bersubsidi dari Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Empat orang mulai dari kapten kapal hingga ABK yang diduga sebagai penyelundup berhasil ditangkap.

"Berdasarkan pengakuan minyak tanah ini sebanyak 2.250 liter. Mereka berencana akan dipasarkan di wilayah Bima," kata Kasi Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufri kepada detikBali, Jumat (12/8/2022).

Penggagalan penyelundupan minyak tanah itu dilakukan pada Kamis (11/8/2022) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, KM Meliku Nusa yang mengangkut minyak tanah tersebut bersandar di Pelabuhan Laut Bima, tepatnya di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae, Kota Bima.


"Minyak tanah dikemas dalam kemasan yang menggunakan dus atau kardus kotak. Di dalam dus tersebut berisikan minyak tanah dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter," ujarnya.

Jufri menjelaskan, untuk mengelabui petugas, para terduga pelaku mendistribusikan minyak dari atas kapal dengan cara dijemput menggunakan sepeda motor. Nantinya, terduga pelaku akan mengirimkan minyak tanah tersebut kepada para pengecer di wilayah Bima.

"Selanjutnya akan diambil atau dikeluarkan dari dalam area Pelabuhan Laut Bima secara bertahap menggunakan sepeda motor agar tidak menimbulkan kecurigaan dan atau guna mengelabui petugas," jelas Jufri.

Jufri menambahkan, awalnya petugas yang melakukan patroli malam mendapati seorang pengendara sepeda motor yang mengangkut kardus. Setelah diperiksa, kardus tersebut berisi minyak tanah botolan.

Kepada petugas, pengendera motor mengaku mendapatkan minyak tanah itu dari sebuah kapal yang bersandar di Pelabuhan Bima.

"Kepada pengendara itu petugas melakukan pengembangan dan melakukan pengecekan pada kapal. Alhasil, di dalam kapal didapati tumpukan dus berisikan minyak tanah yang sudah dikemas menggunakan botol air mineral ukuran 1,5 liter dan kemasan jeriken ukuran 5 liter. Serta jeriken ukuran 25 liter. Barang tersebut diakui bahwa itu milik 3 orang ABK kapal tersebut dengan total 1.500 botol minyak tanah ukuran 1,5 liter per botol," tuturnya.

Saat ini, 4 orang yang diduga sebagai penyelundup yakni MHA (43) (Kapten Kapal), dan ABK YSR (28), TPE (28) dan AD (39) beserta barang bukti minyak tanah telah diamankan di Polres Bima Kota.



Simak Video "Bermain Sambil Olahraga Senam Air, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)