detikBali

Sambut 2 Jenazah di Bandara Kupang, Wagub NTT Kutuk Keras Kekejian KKB

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sambut 2 Jenazah di Bandara Kupang, Wagub NTT Kutuk Keras Kekejian KKB


Simon Selly - detikBali

Jenazah Willy Mboik tiba di Kupang dan langsung dibawa ke Pelabuhan Bolok, untuk diantarkan ke Rote Ndao, Jumat (11/9/2026).
Foto: Jenazah Willy Mboik tiba di Kupang dan langsung dibawa ke Pelabuhan Bolok, untuk diantarkan ke Rote Ndao, Jumat (11/9/2026). (Dok. Humas Pemprov NTT)
Kupang -

Jenazah dua korban penembakan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tiba di Kupang, Jumat (11/9/2026). Keduanya adalah Willy Mbuik (24) dan drh. Alfonsius Mehan (35). Mereka tewas setelah dibunuh KKB di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Citilink dan disambut di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTT Johni Asadoma. Diketahui, Willy merupakan CPNS perempuan di Dinas Pertanian Jayawijaya. Sementara, Alfonsius merupakan dokter hewan PNS di instansi yang sama. Willy berasal dari Rote Ndao, sedangkan Alfonsius dari Maumere.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wagub Johni Asadoma mengutuk keras tindakan keji tersebut. "Kami mengucapkan duka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban penembakan dari KKB. Kami sangat sedih dan kami sangat berduka," kata Johni.

"Kami mengutuk keras tindakan keji, tindakan biadab dari KKB terhadap warga NTT yang menjadi korban. Mereka ada di sana untuk mengabdi kepada masyarakat Papua. Mereka bukan untuk berperang dengan siapa pun, tetapi mengabdi dan melayani dengan ketulusan. Kenapa harus dibunuh?" sambung purnawirawan jenderal polisi itu.

ADVERTISEMENT

Johni juga mendesak agar aparat keamanan segera menangkap para pelaku untuk diadili sesuai hukum yang berlaku.

"Kita harapkan pihak yang berwenang dapat melacak dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku, dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku agar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka," terangnya.

Selain itu, Johni juga meminta seluruh warga NTT yang berada di Papua agar meningkatkan kewaspadaan. Dia meminta agar ketua-ketua paguyuban agar dapat mengoordinasi seluruh masyarakat yang ada di sana, untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan demi mendapatkan perlindungan.

"Jauhi tempat-tempat yang berbahaya atau tempat yang jauh dari keramaian. Jika ingin ke mana-mana, agar menginformasikan dan meminta pengawalan dari aparat keamanan," imbaunya.

Ia mendesak agar aparat keamanan bekerja maksimal, memberikan perlindungan kepada seluruh warga sipil di Papua, baik masyarakat asli maupun pendatang.

"Warga NTT ini sangat banyak di Papua, di berbagai kabupaten. Karena warga NTT juga sangat diterima di sana, tentu kami berharap supaya masyarakat Papua juga dapat membantu memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ada di sana," terangnya.

Johni memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan memberikan pelayanan kepada keluarga korban selama masa berkabung hingga pemakaman.

"Kita akan memberikan berbagai pelayanan yang dibutuhkan keluarga korban selama masa-masa berkabung ini sampai dengan masa pemakaman. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote agar memberikan penyambutan dan memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarganya," terangnya.

Dari bandara Internasional El Tari Kupang, Wagub bersama rombongan mengatarkan jenazah ke Pelabuhan Bolok untuk penghormatan terakhir sebelum diberangkatkan ke Rote Ndao menggunakan KMP Lakaan.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads