Aksi penjambretan yang menyasar seorang warga negara asing (WNA) di kawasan Underpass Tuban, Kuta, Badung, Bali, viral di media sosial. Pelaku yang mengendarai sepeda motor terekam kamera dashboard mobil saat merampas iPhone milik korban dan kabur ke arah Bundaran Patung Ngurah Rai. Polisi kini memburu pelaku.
Kasus tersebut mendapat perhatian setelah video aksi penjambretan beredar luas. Dalam rekaman yang diambil pada Jumat (12/6/2026), pelaku terlihat membuntuti korban yang tengah berboncengan sebelum mendekat dan merampas telepon genggam korban.
"Terkait informasi tersebut, Polsek Kuta telah menerima laporan dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (14/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui berinisial MBE (26), seorang perempuan asal New Zealand. Ia melaporkan kehilangan telepon genggam setelah menjadi korban penjambretan sebagaimana terlihat dalam video yang viral di media sosial.
"Korban kehilangan handphone merek iPhone 17 Pro Max warna dark blue. Kejadiannya sekitar pukul 16.55 wita," terangnya.
Menurut keterangan korban, saat kejadian ia dibonceng rekannya menuju arah utara. Korban menggunakan telepon genggam untuk melihat Google Maps menuju lokasi tujuan.
Di tengah perjalanan, seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha NMax hitam mendekati korban dari sisi kanan.
"Dari arah kanan, lalu (pelaku) merampas handphone tersebut sebelum melarikan diri dengan kecepatan tinggi," ungkap Adi.
Dalam rekaman kamera dashboard, pelaku tampak mengenakan jaket dan helm hitam serta celana pendek. Sepeda motor yang digunakan juga terlihat menggunakan pelat nomor Bali (DK).
Setelah merebut telepon genggam korban, pelaku sempat terlihat oleng. Namun, ia langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 17 juta. Laporan yang diterima kepolisian saat ini masih berupa pengaduan masyarakat (dumas).
"Masih bentuk dumas. Tapi Polsek Kuta tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku," pungkas Gede Adi.