detikBali

2 Terdakwa Ungkap Alasan Tak Sempat Tolong Pelatih Valencia dan 3 Anaknya

Terpopuler Koleksi Pilihan

2 Terdakwa Ungkap Alasan Tak Sempat Tolong Pelatih Valencia dan 3 Anaknya


Ambrosius Ardin - detikBali

Suasana sidang perkara tenggelam kapal pinisi KM. Putri Sakinah, di PN Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (23/4/2026). (Ambrosius Ardin)
Foto: Suasana sidang perkara tenggelam kapal pinisi KM. Putri Sakinah, di PN Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (23/4/2026). (Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan tiga anaknya, tewas dalam insiden tenggelam kapal pinisi KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 26 Desember 2025.

Mereka terjebak dalam kamar yang berada di dek dua kapal tersebut. Sementara, istri dan anak bungsu Fernando berhasil selamat karena berada di kamar di dek paling atas kapal tersebut. Tak ada upaya pertolongan oleh kru kapal terhadap Fernando dan tiga anaknya yang terjebak dalam kapal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu terungkap dalam sidang perkara tenggelam kapal pinisi KM Putri Sakinah kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo, Kamis (23/4/2026) sore. Sidang itu dengan agenda pemeriksaan kedua terdakwa, yakni nakhoda bernama Lukman (56) dan anak buah kapal (ABK) yang bertugas sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM), Muhamad Alif Latifa N. Djudje (22).

Lukman dan Alif mengatakan Fernando dan tiga anaknya tak bisa lagi ditolong karena kapal sudah dalam posisi tenggelam. Harus menyelam ke kamar jika harus menolong mereka.

ADVERTISEMENT

"Pada saat Saudara naik (dari kamar mesin ke dek atas), Saudara tahu waktu itu tamu tidak akan pernah bisa keluar?" tanya ketua majelis hakim, Putu Dima Indra.

"Ya, karena kondisi kapal sudah tenggelam," jawab Lukman.

Putu kemudian bertanya apakah tidak ada upaya untuk menyelamatkan Fernando dan tiga anaknya yang terjebak dalam kamar. Menurut Lukman, tak ada upaya untuk menolong korban karena satu-satunya upaya hanya dengan menyelam, dan itu tak bisa dilakukan.

"Ada tidak upaya saudara menyelamatkan dia? Satu-satunya cara untuk menyelamatkan hanya menyelam?" tanya Putu.

"Iya," ujar Lukman.

Putu kemudian menyoroti terdakwa tak menolong Fernando dan tiga anaknya karena berpikir mereka berada di dalam kamar yang tidak bisa diselesaikan. "Dalam pikiran Saudara karena tamu ada di dalam tidak bisa diselamatkan sehingga tidak melakukan upaya penyelamatan?" cecar Putu.

Lukman membenarkan pernyataan Putu. "Ya," katanya.

Alasan serupa disampaikan Alif. Ia mengatakan saat kapal tenggelam, ia bergegas naik ke dek tiga. Kamar korban sudah terendam air sehingga tak dilakukan upaya penyelamatan. "Saya di bagian atas, bagian atas terendam air semua," ujar Alif.

Putu menyoroti Lukman dan Alif tak mencoba menolong Fernando dan tiga anaknya melalui jendela belakang kamar. Tak ada upaya pertolongan kepada korban karena para terdakwa sudah berpikiran bahwa Fernando dan tiga anaknya sudah tidak bisa diselamatkan.

"Kalian berpikiran (Fernando dan tiga anaknya) sudah tidak bisa diselamatkan?" cecar Putu.

Kapal itu tenggelam saat dikemudikan Alif. Lukman menyerahkan kemudi kepada Alif karena mau makan malam di dapur kapal. Sesuai makan, Lukman tak langsung kembali ke ruang kemudi. Dia justru mengecek air di kamar mesin. Lukman masih berada di kamar mesin saat kapal itu dihantam gelombang hingga tenggelam. Lukman baru keluar dari kamar mesin setelah gelombang kedua menghantam saat kondisi kapal tenggelam.

Kapal Pinisi Hasil Modifikasi

Dalam sidang juga terungkap KM Putri Sakinah merupakan pinisi hasil modifikasi oleh pemiliknya. Lukman mengungkapkan modifikasi berupa tambahan dua kamar bagian atas, yakni satu kamar tidur di dek paling atas (dek tiga) dan sebuah kamar kemudi. Perubahan konstruksi memengaruhi keseimbangan kapal.

"Agak oleng sedikit," ungkap Lukman menjawab pertanyaan ketua majelis hakim, Putu Dima Indra.

Lukman juga mengakui kestabilan kapal mengalami perubahan setelah penambahan dua kamar tersebut. "Berubah sedikit," ujar Lukman.

Lukman tak mengetahui apakah pemilik kapal sudah melakukan uji keseimbangan kapal dan pemberitahuan kepada otoritas berwenang terkait perubahan konstruksi kapal tersebut. "Tidak tahu," kata Lukman.



(hsa/nor)









Hide Ads
LIVE