detikBali

Sembunyikan Sabu dalam Sarung Tangan Bayi, Sekeluarga di Mataram Dibekuk

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sembunyikan Sabu dalam Sarung Tangan Bayi, Sekeluarga di Mataram Dibekuk


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Satu keluarga di Mataram ditangkap terkait  kasus narkoba, Rabu (1/4/2026).
Satu keluarga di Mataram ditangkap terkait kasus narkoba, Rabu (1/4/2026). (Foto: dok. Polresta Mataram)
Mataram -

Modus tak biasa dilakukan satu keluarga di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengedarkan sabu. Barang haram itu disembunyikan dalam sarung tangan bayi dan diselipkan di balik pakaian dalam. Polisi pun membekuk empat orang dalam kasus ini.

Satu keluarga yang diamankan terdiri dari suami, istri, dan anak, masing-masing berinisial SU (42), GM (17), dan S (38). Mereka merupakan warga Lingkungan Lendang Lekong, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

"Empat orang yang kami amankan. Satu lagi inisial IS asal Bima, teman dari anaknya (inisial GM)," kata Suputra kepada detikBali, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan dilakukan pada Rabu (1/4/2026). Polisi lebih dulu mengamankan S di gang tidak jauh dari rumahnya. Saat digeledah, polisi menemukan 13 poket sabu siap edar.

ADVERTISEMENT

"Di balik baju dalamnya ditemukan sarung tangan bayi. Setelah dikeluarkan isinya 13 poket sabu-sabu siap edar harga Rp 100 ribu per poket," ucapnya.

Berdasarkan pengakuan S, sabu tersebut baru diserahkan oleh suaminya, SU, untuk dibawa. Saat itu, SU berada di rumah. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan SU.

"Kita temukan suaminya, anaknya dan teman anaknya yang orang Bima. Jadi, empat orang kami amankan," sebutnya.

Polisi tidak menemukan barang bukti sabu saat penggeledahan rumah dan badan SU, GM, dan IS. Petugas hanya menemukan plastik kosong, alat isap, dan handphone. "Berat bruto sabu yang kami amankan 4,7 gram," ucap dia.

Menurut Suputra, sabu tersebut diedarkan oleh SU dan dititipkan kepada istrinya, S.

"Suaminya yang jualan, dititip ke istrinya. Dia enggak pegang langsung suaminya ini. Jadi, kalau ada yg beli, disuruh tunggu dulu baru diambilkan ke istrinya," katanya.

Saat ini, keempat orang tersebut ditahan Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Masih kami lakukan pengembangan dan mendalami perang masing-masing," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads