Curi Uang-Emas Senilai Rp 32,5 Juta di Gianyar, Penjudi Tajen Dibekuk

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 16:35 WIB
Tersangka Ida Made Wiyanta (41) dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Gianyar.
Tersangka Ida Made Wiyanta (41) dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Gianyar. (Foto: Dok. Humas Polsek Gianyar)
Gianyar -

Seorang penjudi tajen atau sambung ayam bernama Ida Made Wiyanta (41) dibekuk tim unit reserse kriminal Polsek Gianyar. Made Wiyanta dibekuk polisi gegara mencuri uang dan perhiasan emas senilai Rp 32,5 juta.

Kapolsek Gianyar Kompol Gede Putu Putra Astawa dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022) menjelaskan, Tersangka Made Wiyanta melakukan aksi pencurian di Jalan Sinta Nomor 55, Kelurahan Bitra, Kecamatan/Kabupaten Gianyar.

Pria asal Banjar Dinas Triwangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem,melakukan aksinya dengan melompati pagar dan merusak pintu kamar.


"Pelaku mengambil barang berharga milik korban dengan cara melompati pagar dan merusak pintu kamar korban," kata Kapolsek Gianyar Kompol Gede Putu Putra Astawa dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022).

Korban dari aksi pencurian penjudi tajen itu bernama Luh Ketut Manik Swasti (54). Ia mengetahui menjadi korban pencurian saat tiba di rumah setelah pulang bekerja pada Selasa (24/5) sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, korban melihat pintu depan rumah dalam keadaan rusak.

Korban kemudian memeriksa ke dalam rumah. Selanjutnya, korban menemukan kamar tidurnya dalam keadaan berantakan. Korban kemudian memeriksa lemari. Sebab di sana ia menaruh uang tunai Rp 30 juta. Setelah diperiksa, uang tersebut ternyata sudah hilang.

Tak sampai di sana, korban juga memeriksa barang-barang yang lainnya. Ternyata, barang lainnya berupa dua buah gelang emas dan dua pasang anting emas juga telah hilang.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp 32,5 juta.

Korban kemudian melapor ke Polsek Gianyar untuk mendapatkan penanganan sesuai hukum yang berlaku.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gianyar kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian melakukan olah TKP, meminta keterangan korban serta mengecek rekaman closed-circuit television (CCTV).

Kemudian berdasar keterangan saksi dan hasil penyelidikan, pelaku akhirnya bisa ditangkap oleh polisi pada 8 Agustus 2022.
Penangkapan bermula usai polisi memperoleh informasi bahwa pelaku telah tertangkap di Polsek Denpasar Timur.
Tim kemudian bergerak ke sana dan melakukan interogasi terhadap pelaku.

"Pelaku mengakui dapat mencuri di rumah korban dengan cara melompati pagar rumah kemudian merusak pintu kamar korban serta mengambil barang berharga milik korban berupa perhiasan," terang Astawa.

Barang hasil barang curian tersebut pelaku jual di daerah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pelaku kemudian menggunakan uangnya hasil curian dan penjualan perhiasan emas itu untuk berjudi jenis sabung ayam.

Astawa mengatakan, pihaknya juga menelusuri mengenai keberadaan perhiasan yang pelaku jual di daerah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Perhiasan tersebut akhirnya ditemukan dan dilakukan penyitaan.

Selain di tempat korban, pelaku juga dapat beraksi di wilayah Kecamatan Gianyar lainnya seperti di Jalan Raden Wijaya Gianyar, Jalan Bhayangkara Gianyar dan Jalan Raya Bukit Jati. Pelaku juga dapat beraksi di wilayah Kecamatan Blahbatuh dan Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Dari perkara ini, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti seperti sepasang anting emas, satu unit sepeda motor merk Honda jenis Beat warna putih dengan nomor polisi DK 6017 FCD, helm merk Hiu warna hitam dan jaket merk Feltics warna merah.

Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka, ia diganjar dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.



Simak Video "Polisi Gerebek Tempat Judi Sabung Ayam di Kudus, 1 Orang Diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)