detikBali

Badung Alokasikan 59,8% Anggaran untuk Infrastruktur, Jalan Baru Digenjot

Terpopuler Koleksi Pilihan

Badung Alokasikan 59,8% Anggaran untuk Infrastruktur, Jalan Baru Digenjot


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawasaat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Jumat (7/8/2026). (Foto:Rizki Setyo/detikBali)
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Badung -

Pemkab Badung mengalokasikan 59,8 persen anggaran untuk belanja infrastruktur dalam perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026. Porsi tersebut menjadi yang terbesar, dengan pembangunan jaringan jalan baru dan akses baru di Kabupaten Badung menjadi salah satu fokus utama.

Kesepakatan perubahan KUA-PPAS 2026 tersebut dilakukan Pemkab Badung bersama DPRD Badung dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Badung.

"Sebesar Rp 1,7 triliun belanja yang masuk dalam perubahan lah sebagian besar itu adalah untuk infrastruktur. Mendorong untuk pengembangan jaringan-jaringan, pembangunan jaringan jalan baru ya, akses baru yang ada di Kabupaten Badung," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alokasi besar untuk infrastruktur itu seiring dengan kenaikan signifikan belanja daerah dalam perubahan KUA-PPAS 2026. Belanja daerah meningkat sekitar Rp 1,7 triliun, dari semula Rp 11 triliun lebih menjadi Rp 13 triliun lebih.

ADVERTISEMENT

"Belanja kita yang awalnya adalah dipasang 11 triliun lebih, sekarang menjadi 13 triliun. Ada peningkatan yang cukup signifikan sekali pada belanja itu, sekitar 1,7 triliun," katanya.

Kenaikan belanja daerah tersebut didorong pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik sekitar Rp 200 miliar lebih. PAD meningkat dari Rp 9,5 triliun lebih menjadi Rp 9,8 triliun lebih.

Peningkatan porsi anggaran fisik tersebut juga membuat belanja modal Pemkab Badung menembus Rp 4 triliun lebih. Adi Arnawa menyebut porsi belanja infrastruktur sebesar 59,8 persen menjadi rekor baru.

"Ini luar biasa karena mungkin dalam sejarah baru pertama kali kita bisa mencapai belanja infrastruktur 59,8 persen. Nah tentu saya juga sangat senang sekali melihat komposisi daripada belanja kita, dan belanja modal 4 triliun sekian," tuturnya.

Selain pembangunan jaringan jalan baru untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, anggaran perubahan tersebut juga disalurkan ke tujuh prioritas daerah, mulai dari sektor pariwisata hingga pelayanan publik.

Langkah ekspansif tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing kawasan pariwisata Badung dari persaingan daerah lain.

"Kita menyadari bahwa sampai hari ini berdasarkan data kami di Badung sangat bergantung dari sektor pariwisata. Oleh karena itulah mau tidak mau kita harus segera melakukan hal itu kalau kita tidak ingin tertinggal oleh wisatawan," pungkasnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads