detikBali

Revitalisasi Tambak Pantura Ditargetkan Produksi 800 Ribu Ton Ikan per Tahun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Revitalisasi Tambak Pantura Ditargetkan Produksi 800 Ribu Ton Ikan per Tahun


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat menghadiri acara Hari Mangrove Sedunia di Tahura Denpasar, Minggu (26/7/2026).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat menghadiri acara Hari Mangrove Sedunia di Tahura Denpasar, Minggu (26/7/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan salah satu program prioritas di sektor perikanan, yakni revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa yang mengintegrasikan restorasi mangrove dengan pengembangan kawasan budidaya perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan program tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 800 ribu ton ikan per tahun.

"Program ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 800.000 ton produksi per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp 20 triliun, menyerap sekitar 83.000 tenaga kerja," kata Sakti dalam pemaparannya pada peringatan Hari Mangrove Sedunia di Tahura Denpasar, Bali, Minggu (26/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sakti menjelaskan revitalisasi tambak Pantura Jawa tahap pertama akan dilaksanakan di empat kabupaten, yakni Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.

ADVERTISEMENT

Dari target produksi 800 ribu ton ikan per tahun tersebut, masing-masing kabupaten diproyeksikan menghasilkan sekitar 100 ribu hingga 350 ribu ton ikan per tahun.

Menurutnya, program itu menunjukkan bahwa konservasi ekosistem dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras. Karena itu, KKP meyakini mangrove yang sehat akan menciptakan kawasan pesisir yang tangguh, laut yang produktif, serta masyarakat yang lebih sejahtera.

Sakti menuturkan pemerintah saat ini masih menyusun desain program sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar terkait revitalisasi tersebut. Luas hutan negara yang akan direvitalisasi mencapai sekitar 14 ribu hektare dari total 78 ribu hektare kawasan hutan.

"Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tapi juga dari pulihnya fungsi ekologis serta bertambahnya manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir," tandas Sakti.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads