detikBali

Iqbal Tetapkan Direksi-Komisaris Baru PT GNE, Target Lunasi Utang Rp 21 M

Terpopuler Koleksi Pilihan

Iqbal Tetapkan Direksi-Komisaris Baru PT GNE, Target Lunasi Utang Rp 21 M


Ahmad Viqi - detikBali

Dirut baru PT GNE NTB Yuyud Indrayudi (tengah), Direktur Keuangan Sulman (paling kiri), Direktur Operasional Suhaimi (paling kanan), dan komisaris Muhammad Ihwan (kedua kiri), Selasa (28/4/2026).
Foto: Dirut baru PT GNE NTB Yuyud Indrayudi (tengah), Direktur Keuangan Sulman (paling kiri), Direktur Operasional Suhaimi (paling kanan), dan komisaris Muhammad Ihwan (kedua kiri), Selasa (28/4/2026). (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, resmi menetapkan jajaran direksi dan komisaris baru PT Gerbang NTB Emas (PT GNE) periode 2026-2031. Penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (28/4/2026). Kini, perusahaan akan memproritaskan pelunasan utang Rp 21 miliar.

Direktur Utama (Dirut) PT GNE diisi oleh Yuyud Indrayudi, Sulman sebagai Direktur Keuangan, dan Suhaimi sebagai Direktur Operasional. Sementara, Izzuddin Mahili yang merupakan Kepala Biro Ekonomi Setda NTB ditunjuk sebagai Komisaris Utama, Lalu Aksar Ansori dan Muhammad Ihwan alias Iwan Slenk sebagai Komisaris.

Seusai RUPS, Yuyud mengatakan arahan utama dari Gubernur Iqbal adalah memperbaiki kinerja perusahaan secara menyeluruh. Baik dari sisi operasional maupun tata kelola PT GNE yang banyak menyisakan masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Gub meminta kami untuk memperbaiki, untuk meningkatkan kinerja dari GNE. Secara umum tata kelola atau operasionalnya," katanya.

Langkah awal yang akan dilakukan direksi, Yuyud berujar, melakukan konsolidasi internal sebelum menentukan arah bisnis yang lebih konkret. Perusahaan akan fokus pada kepentingan bisnis material konstruksi.

ADVERTISEMENT

Yuyud juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keuangan dan model bisnis perusahaan. Sebab, Pemprov NTB telah menyuntikkan penyertaan modal sebesar Rp 8 miliar melalui APBD Perubahan 2025 untuk melunasi utang pajak yang menjadi beban GNE.

Dana tersebut difokuskan untuk menyelesaikan tunggakan pajak sekitar Rp 5,4 miliar serta membuka blokir administrasi perusahaan di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), sehingga PT GNE dapat kembali menjalankan aktivitas korporasi secara normal, termasuk menggelar RUPS.

Dari sisi kinerja, PT GNE mulai menunjukkan perbaikan. Perusahaan yang sebelumnya merugi Rp 3,24 miliar pada 2024, berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 278 juta pada 2025. Meski masih relatif kecil, capaian ini menjadi sinyal awal pemulihan, termasuk kemampuan perusahaan mulai menyetor dividen ke Pemprov NTB.

Selain itu, beban utang perusahaan masih cukup besar, mencapai Rp 21,9 miliar. Di sisi lain, piutang yang belum tertagih juga menumpuk hingga Rp 8,6 miliar, dengan rata-rata waktu penagihan mencapai 218 hari.

"Itu yang mungkin nanti kita lihat di proses bisnisnya seperti apa. Termasuk kita perlu juga melihat kondisi keuangan untuk operasional," ucapnya.

Yuyud juga membuka peluang untuk pengembangan lini usaha baru yang dinilai punya prospek lebih ke depannya, meskipun tetap mempertahankan fokus utama bisnis pada sektor material konstruksi.

"Kalau memang ada peluang dan itu punya prospek bagus, ya kita akan kembangkan," katanya.

Terkait kebutuhan tambahan modal, Yuyud menilai untuk tahap awal belum menjadi prioritas. Pihaknya akan terlebih dahulu memetakan kondisi internal perusahaan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

"Kalau saya lihat untuk saat ini sih belum. Kita perlu lihat dulu bisnis prosesnya seperti apa," tandasnya.

Berikut profil Direksi PT GNE yang baru ditetapkan:

• Direktur Utama Yuyud Indrayudi merupakan eks pegawai di PT Sumbawa Timur Mining (2020-2025). Dia menjabat sebagai Principal Government Relations. Fokus utamanya adalah menjalin hubungan baik dengan pemerintah dan memastikan seluruh operasional perusahaan mematuhi kebijakan serta regulasi yang berlaku.

Dia juga pernah memimpin yayasan perusahaan di PT Newmont Nusa Tenggara (2001-2015) serta merancang prosedur operasi standar untuk program CSR di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (2015-2018).

Yuyud merupakan lulusan Magister Teknik dan Manajemen Industri, Institut Teknologi Bandung (1998). Sarjana Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (1995). Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Terbuka (2021). Sarjana Matematika, Universitas Terbuka (2015). Sarjana Ekonomi Pembangunan, Universitas Terbuka (2009).

• Direktur Keuangan Sulman merupakan seorang praktisi perbankan profesional dengan pengalaman selama 15 tahun di industri keuangan. Saat ini, menjabat sebagai Branch Manager di PT. Bank Mega Syariah Kantor Cabang Mataram.

Perjalanan karier Sulman mencakup berbagai posisi strategis di PT. Bank KB Indonesia, antara lain: Area Manager SME di Mataram (2022-2023), Manager Kredit Review di Jakarta (2021-2022), Supervisi Anak Perusahaan (PT. Bank Bukopin Syariah dan PT. Bukopin Finance) di Jakarta (2020-2021). Koordinator QA Kredit Komersil di Jakarta (2019-2020). Team Leader Landing di Mataram (2017-2019).

Sulman berlatar belakang Pendidikan dan telah menempuh pendidikan tingginya di Universitas Mataram dengan fokus pada manajemen keuangan: Magister (S2) Manajemen Keuangan Sektor Publik. Sarjana (S1) Manajemen Keuangan Sektor Privat.

• Direktur Operasional Suhaimi

Merupakan ahli teknik elektro (engineer) yang memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, manufaktur, dan pembangkit listrik. Beliau memiliki keahlian teknis yang luas, terutama dalam sistem kelistrikan, kontrol kualitas, dan manajemen pemeliharaan.

Suhaimi pernah bekerja sebagai Electrical Engineer di PT. Karpowership Indonesia (2019-2020) dan Assistant Technical Manager di PT. Tiga Lentera Abadi (2016-2019). Beliau bertanggung jawab atas operasional pembangkit yang aman, pemeliharaan preventif, serta koordinasi teknis transmisi SUTT 150 kV.

Bidang Pertambangan Batubara: Menjabat sebagai E&M (Electrical & Maintenance) Manager di PT. Bina Insan Sukses Mandiri (2010-2014). Di sini, beliau mengelola aset kelistrikan, menyusun anggaran kerja, dan mengawasi proyek modifikasi fasilitas.

Suhaimi pernah menempuh pendidikan formal di bidang teknik dan terus memperbarui keahliannya melalui berbagai pelatihan internasional: Sarjana Teknik Elektro, STTNas (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional) Yogyakarta (2000-2006), Sertifikasi K3 Teknisi Listrik dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.




(hsa/hsa)











Hide Ads