detikBali

Penerbangan ke Lombok Diklaim Naik di Tengah Meroketnya Harga Tiket

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penerbangan ke Lombok Diklaim Naik di Tengah Meroketnya Harga Tiket


Ahmad Viqi - detikBali

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (Ahmad Viqi/detikBali)
Jakarta -

Kenaikan harga tiket pesawat 9-13 persen diklaim belum berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu kenaikan signifikan terjadi pada rute Bandara Lombok-Tarakan, Kalimantan Utara. Dari kisaran Rp 2,7 juta mencapai Rp 4 juta.

"Benar harga tiket mahal, harga bahan bakar meningkat, tapi sejauh ini belum terlalu berdampak pada jumlah kunjungan. Bahkan penerbangan justru bertambah," ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Mataram Kamis (23/4/2026).

Menurut Iqbal, jumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Lombok justru menunjukkan tren peningkatan. Adanya penambahan frekuensi penerbangan, Iqbal berujar, terus terjadi termasuk rute Lombok-Jakarta yang kini beroperasi dalam dua kali sehari oleh maskapai TransNusa. Selain itu, ada rencana pembukaan rute baru, termasuk penerbangan internasional, tetap berjalan tanpa pembatalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru semakin banyak penerbangan yang sudah apply juga sudah ada beberapa, termasuk yang destinasi ke luar negeri tetap on gitu, tidak ada pembatalan pembukaan penerbangan," tutur mantan Dubes RI untuk Turki itu.

ADVERTISEMENT

Iqbal menilai kenaikan harga tiket bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan dialami secara global akibat kenaikan harga Avtur. Meski demikian, Iqbal optimistis dampak terhadap kunjungan wisatawan tidak terlalu signifikan.

"Kalau orang mau liburan, ya tetap liburan. Selisih seratus atau dua ratus ribu mudah-mudahan tidak terlalu menjadi persoalan," ucapnya.

Meski begitu, Pemprov NTB, tetap menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak jangka panjang jika kondisi ini berlanjut. Tetapi, untuk saat ini, pihaknya memilih fokus pada data aktual yang menunjukkan sektor pariwisata NTB masih relatif stabil.

"Pasti sudah kami hitung-hitung, tetapi kita tidak usah berspekulasi apakah akan panjang atau tidak, tetapi mitigasi risiko sudah kita siapkan Insyaallah," tandasnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads